Disnaker Jember Kirim 1.357 PMI ke Luar Negeri, Posisi Housemaid Paling Banyak Diminati Pekerja

Tuesday, 4 August 2026 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember, telah mengirim sebanyak 1.357 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Jember di tahun 2026 per hari ini, Selasa (4/8/2026).

Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi Disnaker Jember, Juhenik, menyampaikan bahwa dari total jumlah tersebut, terdiri dari 1.075 perempuan dan 282 laki-laki.

Menurutnya, data itu merupakan gabungan dari Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja maupun Badan Pelindungan Pekerja Migran.

Namun, kata dia, data PMI dari Jember akan terus berubah setiap harinya, karena mengalami perubahan pekerja yang dikirim ke luar negeri.

Kata Juhenik ada 20 negara penempatan yang telah disiapkan oleh Disnaker Jember untuk pekerja migran.

“Mulai yang paling banyak diminati yaitu Hongkong, Taiwan, Jepang, Malaysia. Korea Selatan, Arab Saudi, Singapura, Turki, Brunei Darussalam, Selandia Baru, Italia, Maladewa,, Polandia, Burgaria, Kuwait, Persemamuran Dominika, Kroasia, Rumania, Kong, Bhutan,” kata dia, saat dikonfirmasi pada Selasa (4/8/2026) siang hari.

Adapun untuk posisi kerja yang paling banyak diminati oleh pekerja migran dari Jember, yaitu Pembantu Rumah Tangga (Housemaid).

“Jabatan yang paling dominan diminati PMI Housemaid,” tuturnya.

Baca Juga :  Laka Lantas Grandmax Tabrak NMax di Depan Kampus UNIPAR Jember

Dia juga menyampaikan bahwa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dilarang sembarangan dalam memberangkatkan pekerja migran.

Sebab, kata dia hal itu telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Sedangkan pelaksanaan penempatan pekerja migran telah menjadi wewenang dari Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), maupun perusahaan yang menempatkan PMI untuk kepentingan perusahaan tersebut.

Lebih lanjut, Juhenik menyoroti terkait kasus masih adanya pekerja migran yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus kerja ke luar negeri.

Menurutnya, kasus tersebut disebabkan oknum yang menawarkan pekerjaan tanpa mengikuti prosedur dari pemerintah.

Dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Jember telah berupaya mewujudkan Pekerja Migran secara prosedural, dengan melaksanakan sosialisasi migrasi aman di tingkat desa, dan menyediakan Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Mall Pelayanan Publik (MPP) Jember.

Kata Juhenik, dalam waktu dekat kantor P4MI akan berdiri di Kabupaten Jember.

Baca Juga :  Petani di Jember Kirim Surat ke PU SDA Lumajang, Minta Penjelasan Proyek Dam Kali Tanggul Senilai Rp15,6 Miliar

Untuk merealisasilkan tersebut, kini Pemkab Jember masih menunggu persetujuan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI.

“Dengan program ini CPMI akan lebih mudah mengurus syarat dan dokumen tanpa harus ke Kota Surabaya, Malang ataupun Banyuwangi. Karena jarak lebih dekat tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi,” tuturnya.

Pelayanan PMI kini juga lebih mudah melalui keberadaan layanan MCU di 3 RSUD yaitu Soebandi, Balung dan Kalisat, dengan biayanya sangat murah.

Menurut Juhenik, dengan kemudahan tersebut, dapat memperkuat tata kelola pelindungan bagi PMI.

Selain itu, kini telah diluncurkan 11 Desa Migran Emas (Edukatif, Maju, Aman dan Sejahtera), sebagai pusat informasi pemberangkatan PMI secara prosedural, pemberian edukasi, pendampingan dan juga pemberdayaan bagi purna PMI, serta program pelatihan bagi CPMI.

Dia berharap dalam mengatasi maraknya kasus TPPO, perlu adanya sinergi lintas pemangku kebijakan di Kabupaten Jember.

“Upaya bersama lintas stakekeholder mulai dari pencegahan, penindakan, sampai dengan rehabilitasi atau reintegrasi korban, dengan membentuk Gugus Tugas TPPO,” tegasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

GMNI Jember bersama Pedagang Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Tata Kelola Pasar Tanjung
LBH PKC PMII Jatim Dorong Ada Pembaruan Struktur Forum CSR di Jember
LBH PKC PMII Jatim Gelar FGD Soroti Pengawasan Distribusi CSR di Jember
Sebanyak 46 Dapur SPPG di Jember Diberhentikan Sementara
Puluhan Sound Horeg Beraksi di Lokasi Wisata Dira Kafe
Akhmad Nizar, Pelari Asal Mayang Jember Cetak Rekor di UTMB 2026
Kasatkorcab Banser Kencong Mengecam Keras Ucapan Bos Sound Horeg
Ketua PWI Pusat Akhmad Munir Soroti Disrupsi Teknologi Digital Ubah Pola Masyarakat Konsumsi Informasi

Baca Lainnya

Tuesday, 15 September 2026 - 23:27 WIB

GMNI Jember bersama Pedagang Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Tata Kelola Pasar Tanjung

Tuesday, 15 September 2026 - 20:30 WIB

LBH PKC PMII Jatim Dorong Ada Pembaruan Struktur Forum CSR di Jember

Tuesday, 15 September 2026 - 15:44 WIB

LBH PKC PMII Jatim Gelar FGD Soroti Pengawasan Distribusi CSR di Jember

Saturday, 12 September 2026 - 19:09 WIB

Sebanyak 46 Dapur SPPG di Jember Diberhentikan Sementara

Saturday, 12 September 2026 - 17:44 WIB

Puluhan Sound Horeg Beraksi di Lokasi Wisata Dira Kafe

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading