Frensia.id – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menyoroti terkait tantangan yang dihadapi oleh sejumlah perusahaan media massa di era digital.
Hal itu dia sampaikan saat acara Hari Ulang Tahun (HUT) Ketik.com ke-4, di Mercure Surabaya Grand Mirama Hotel, pada Rabu (9/9/2026), sore hari.
“Maka saya sangat berkeyakinan tantangan-tantangan terhadap industri media yang berat ini, bisa dicarikan ikhtiar dan disolusikan,” tuturnya.
Menurutnya, perusahaan pers harus menjadi sumber inspirasi untuk kepentingan masyarakat.
“Ketika kepercayaan muncul, maka di situlah industri pers itu akan tumbuh dan berkembang. Jadi kita punya tantangan sekaligus peluang,” ucapnya.
Kata dia, tidak semua perusahaan media berjalan dan bekerja sesuai standar profesional.
“Media profesional apa? Roh, jiwanya adalah media yang dikelola dengan tata kelola yang sehat, bisnis yang berkelanjutan, dan memiliki standing point untuk kepentingan publik,” tuturnya.
Lelaki yang akrab disapa Cak Munir itu, mengatakan bahwa kini disrupsi teknologi digital, telah mengubah pola masyarakat dalam menerima informasi.
“Masyarakat lebih suka lihat medsos, lebih suka terhadap konsumsi berita yang belum terverifikasi. Tapi di situ pulalah ada peluang bagi media, untuk jadi pilar informasi terpercaya,” ucapnya.
Cak Munir menegaskan bahwa PWI mendorong agar industri media memiliki pendirian dalam penyampaian informasi.
“Media harus menjadi sumber informasi yang menjadi kepercayaan masyarakat,” tegasnya.






