Frensia.Id- Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DPC Besuki mencium adanya dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Jember. Dugaan ini mengemuka seiring maraknya antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.
Ketua Hiswana Migas DPC Besuki, Ikbal Wilda Fardana, menegaskan pasokan BBM untuk wilayah Jember sebenarnya sangat melimpah dan berada dalam posisi aman. Menurutnya, stok yang disalurkan saat ini bahkan sudah melampaui rata-rata kebutuhan harian masyarakat.
“Meski sempat ada kendala pengiriman di Banyuwangi sebelumnya, stok BBM di Jember sangat aman. Pasokan yang ada saat ini bahkan melebihi kebutuhan,” kata Ikbal saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).
Ikbal merinci, total suplai untuk dua jenis BBM saja sudah mencapai 952 kiloliter (KL) atau setara 952 ribu liter. Angka tersebut terdiri dari Pertalite sebanyak 720 ribu liter dan Pertamax sebesar 232 ribu liter.
“Konsumsi harian BBM di Jember rata-rata sekitar 650 ribu liter. Dengan realisasi mencapai 952 ribu liter, secara kalkulasi ini sangat mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Melimpahnya suplai yang tidak sebanding dengan kelangkaan di lapangan memicu kecurigaan adanya praktik tidak terpuji dari oknum tertentu.
“Melihat angka tersebut, ada potensi dan indikasi penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Dampaknya, pasokan di SPBU cepat habis dan memicu panic buying di masyarakat,” paparnya.
Atas kondisi ini, Hiswana Migas mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun tangan dan menindak tegas para pelaku. Dia juga mengimbau warga agar tidak ragu melapor jika menemukan indikasi kecurangan.
Dukungan senada disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait. Dia meminta masyarakat aktif mengawasi distribusi BBM di wilayah masing-masing.
“Jika menemukan dugaan penimbunan, segera laporkan melalui kanal Wadul Gus’e. Kami akan berkoordinasi dengan APH untuk menindak tegas dan terukur,” pungkasnya.






