Frensia.Id, Situbondo – Bandar Indonesia Grup (BIG), perusahaan induk yang mengelola ratusan anak perusahaan, salah satunya PT Tirto Boyo Agung (TBA), menyatakan kesiapannya untuk merajai pasar kapur industri.
Saat ini, BIG menguasai 275 blok tambang yang memproduksi kapur uruk, kapur industri, dolomit, hingga kalsium karbonat yang tersebar di delapan kabupaten di dua provinsi.
Owner dan Founder BIG, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur mengungkapkan bahwa blok tambang milik BIG di Jawa Timur tersebar di Gresik, Lamongan, Tuban, Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.
Sementara untuk wilayah Jawa Tengah, pusat tambang berada di Rembang.
“Tambang yang kami kelola memiliki sebaran luas di delapan kabupaten. Ini adalah potensi besar dengan nilai ekonomis tinggi bagi industri nasional,” kata Gus Lilur, Jumat (23/1/2026).
Gus Lilur menjelaskan bahwa pasar kalsium karbonat di Jawa Timur sangat menjanjikan.
Saat ini, terdapat sembilan perusahaan besar di Jawa Timur yang memproduksi kalsium karbonat dengan kebutuhan bahan baku mulai dari 2 juta hingga 10 juta ton per tahun per perusahaan.
Secara akumulatif, kesembilan perusahaan internasional tersebut membutuhkan suplai kapur kalsium karbonat hingga 50 juta ton per tahun.
Salah satu pemain besar yang disebutkan adalah Omya Indonesia, perusahaan multinasional asal Swiss dan Jerman.
“Omya Indonesia sendiri memiliki tiga pabrik; dua di Jawa Timur dan satu di Rembang, Jawa Tengah. Di wilayah-wilayah operasional mereka, BIG sudah memiliki ketersediaan tambang,” terang pengusaha asal Situbondo tersebut.
Terkait persaingan harga dan kualitas, Gus Lilur mengungkapkan bahwa harga pasar untuk kalsium karbonat spesifikasi 95% berada di kisaran Rp220.000.
Ia optimis melalui anak usahanya, PT Tirto Boyo Agung (TBA), pihaknya mampu memberikan penawaran yang lebih kompetitif dengan kualitas yang lebih tinggi.
Berdasarkan pengakuan geologis di lapangan, mayoritas suplai yang ada saat ini masih di bawah 98%. Di sinilah TBA mengambil peran dengan menawarkan kualitas premium.
“Berdasarkan hasil uji lab Sucofindo, spesifikasi kapur kalsium karbonat PT Tirto Boyo Agung, memiliki kandungan kalsium karbonat sebesar 95,26% dan kalsium oksida 55,74%, dengan kandungan pengotor (seperti silikon dan magnesium) yang sangat rendah,” urainya.
Dengan data tersebut, Gus Lilur meyakini produknya memiliki daya tawar yang sulit ditandingi.
“Spesifikasi kalsium karbonat TBA ini bisa disebut spesifikasi dewa. Kami siap menyuplai kebutuhan pabrik-pabrik besar di Jawa Timur dengan harga dan kualitas yang lebih baik,” pungkasnya.







