Frensia.Id – Permintaan masyarakat terhadap LPG 3 kg di Kabupaten Jember mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh mulai menggeliatnya sektor UMKM, serta persiapan masyarakat menyambut bulan suci Ramadan.
Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama kenaikan konsumsi terjadi di wilayah Jember bagian Timur. Menurutnya, aktivitas produksi di pusat industri rumah tangga mulai meningkat.
“Fenomena peningkatan permintaan LPG 3 kg di Kabupaten Jember ini salah satunya dipengaruhi oleh mulainya produksi di sentra kue kacang yang ada di wilayah Mayang,” katanya, Kamis (29/1/2026).
Menyikapi kondisi tersebut, Ikbal meminta para agen dan pangkalan untuk memperketat pengawasan distribusi. Dia menekankan pentingnya pemerataan agar tidak terjadi kelangkaan di masyarakat bawah.
Pihaknya telah menginstruksikan agen untuk meneruskan imbauan kepada pangkalan, terutama di wilayah Jember Timur seperti Mayang, Kalisat, Silo, dan Ledokombo, agar melayani pembelian secara wajar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kg sesuai kebutuhan saja, yakni satu orang satu tabung. Hal ini agar warga yang lain juga mendapatkan bagian. Perlu diingat, peruntukan LPG 3 Kg ini adalah untuk rumah tangga miskin, UMKM, petani sasaran, dan nelayan sasaran,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, salah satu pemilik agen LPG di Jember, Fandy Setya Laksana, membenarkan adanya peningkatan permintaan di beberapa wilayah berdasarkan laporan dari pangkalan-pangkalan.
Namun, kata dia, untuk tambahan pasokan saat ini belum terealisasikan karena masih melakukan tinjauan ulang.
“Memang di beberapa titik ada peningkatan permintaan. Namun, untuk tambahan pasokan saat ini belum direalisasikan karena kami masih melakukan tinjauan ulang,” ungkapnya.
“Peningkatan permintaan berdasarkan data kami mencapai 40 persen di Jember. Sementara di wilayah keresidenan Besuki, permintaan tercatat mencapai 76 ribu metrik ton per hari,” paparnya.
Fandy menjelaskan bahwa pihak agen perlu memetakan penyebab kekurangan stok secara detail, mengingat tingkat permintaan di setiap wilayah tidak seragam.
Dia menilai, lonjakan ini merupakan siklus tahunan menjelang hari besar keagamaan.
“Permintaan tinggi saat ini dipicu momentum mendekati bulan puasa. Banyak UMKM maupun perorangan yang mulai menggunakan tabung LPG 3 Kg secara signifikan, untuk keperluan produksi maupun persiapan rumah tangga,” pungkasnya.







