Frensia.Id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengentasan Kemiskinan sebagai langkah strategis menekan angka kemiskinan ekstrem.
Satgas ini mengusung konsep integrasi, di mana penanganan kemiskinan akan dilakukan satu paket dengan penanggulangan stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta penyuksesan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menyoroti bahwa secara absolut, angka kemiskinan di Jember masih menempati posisi tinggi di Jawa Timur.
Kondisi ini dinilai menjadi akar penyebab berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
“Kemiskinan memiliki dampak berkepanjangan jika tidak diatasi secara cepat dan tepat. Kita tidak bisa menggunakan langkah-langkah biasa, apalagi hanya menyerahkan beban ini kepada satu OPD saja, seperti Dinas Sosial. Itu tidak akan pernah selesai,” katanya, Sabtu (31/1/2026).
Selanjutnya, dia menjelaskan adanya korelasi kuat antara kondisi ekonomi keluarga dengan kualitas kesehatan anak dan ibu. Menurutnya, mayoritas kasus stunting serta tingginya angka kematian ibu dan bayi di Jember berakar dari masalah ekonomi.
“Saya berkeyakinan anak-anak kita yang stunting, secara ekonomi keluarganya pasti sedang tidak baik-baik saja. Faktor utamanya adalah kemiskinan. Inilah yang harus kita intervensi secara serentak,” ujarnya.
Selain fokus pada kesehatan, Pemkab Jember juga mengandalkan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memacu ekonomi lokal.
Pria yang karib disapa Gus Fawait itu memproyeksikan perputaran uang yang masif jika program ini berjalan maksimal di tingkat desa.
“Jika seluruh dapur komunitas aktif untuk menyuplai program ini, kurang lebih Rp4 triliun per tahun uang akan berputar di masyarakat Jember. Ini adalah stimulus ekonomi yang luar biasa,” paparnya.
Untuk memastikan program berjalan efektif, Satgas Pengentasan Kemiskinan dan Suksesi MBG ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial sekaligus Plt Sekda Jember, Akhmad Helmi Lukman.
Sementara itu, posisi Ketua Harian dijabat oleh Kepala Dinas Kesehatan.
“Kenapa kepala Dinas Kesehatan kita jadikan pengurus harian? Karena nanti akan kita gabung dari pengentasan stunting dan AKI-AKB,” tandasnya.







