FRENSIA.ID– Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-100 tahun atau satu abad menurut penanggalan masehi berlangsung khidmat dan meriah di Alun-Alun Jember, Minggu (01/02). Momentum bersejarah yang menandai satu abad perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia ini menjadi panggung penegasan komitmen sinergi antara umara (pemerintah) dan ulama.
Dalam suasana yang penuh keakraban tersebut, Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan pidato sambutan yang menyentuh hati.
Dalam sambutannya, ia secara terbuka meminta para kiai dan ulama untuk terus mengawal kepemimpinannya di Kabupaten Jember.
Gus Fawait menyadari bahwa memegang amanah sebagai pemimpin daerah memiliki tantangan yang besar. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran kiai sebagai kontrol sosial dan moral bagi pemerintahannya.
”Mohon diingatkan Kiai, kalau dalam memerintah Kabupaten Jember ada hal yang kurang pas. Atau mungkin melenceng dari nilai-nilai ke-NU-an, dari nilai kesantrian. Kami mohon diingatkan,” ujar Gus Fawait dengan nada takzim di hadapan ribuan Nahdliyin yang memadati pusat kota.
Pernyataan ini menegaskan posisi Gus Fawait yang tidak menempatkan diri semata-mata sebagai pejabat publik, melainkan sebagai bagian integral dari keluarga besar NU.
Ia menegaskan bahwa identitas santri dan kader NU adalah DNA yang melekat dalam dirinya, yang menjadi kompas dalam setiap kebijakan yang diambil.
”Karena bagaimana pun, saya adalah kader NU, saya santri, saya lahir dari keluarga NU. Dan insyaallah saya siap berjuang bersama NU untuk mempertahankan NKRI,” tegasnya yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Komitmen ini dinilai penting mengingat Jember merupakan salah satu basis kultural NU yang kuat. Sinergi antara pemerintah daerah dan struktur NU diharapkan dapat mempercepat pembangunan daerah yang tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga pembangunan karakter masyarakat yang berakhlakul karimah.
Gus Fawait juga menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan NU dan penyelenggaraan acara serupa di masa depan. Melihat antusiasme warga Jember yang begitu luar biasa dalam memperingati satu abad NU versi masehi ini, ia yakin momentum tahun depan akan lebih semarak.
”Insyaallah tahun depan lebih baik lagi,” tambahnya penuh harap.







