Frensia.Id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bereaksi cepat menangani bencana banjir bandang yang menerjang Desa Pakis, Kecamatan Panti, pada Senin (2/2/2026) malam.
Fokus utama saat ini adalah evakuasi warga di sepanjang bantaran sungai serta pencarian satu orang warga yang dilaporkan hilang terseret arus.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Lukman, menyatakan bahwa langkah darurat ini diambil. Atas instruksi langsung Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait).
“Pemkab Jember bersama BPBD, pihak desa, dan unsur Muspika segera turun ke lokasi untuk mengamankan warga di sekitar aliran sungai,” katanya, Selasa (3/2/2026).
Selanjutnya kata dia, warga terdampak kini telah dievakuasi ke sejumlah titik aman. Di antaranya Pondok Bersalin Desa (Polindes) dan Balai Desa (Baldes) Pakis.
“Kelompok rentan seperti ibu-ibu, anak-anak, dan lansia sudah kami ungsikan. Sementara warga laki-laki tetap bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan ekstrem di wilayah hulu. Meski di area hilir hujan cenderung reda, debit air sungai meningkat drastis hingga meluap melewati bantaran.
“Empat dapur rumah warga tergerus arus dan satu warga dilaporkan hilang,” ungkapnya.
“Hingga Selasa dini hari, tim gabungan masih melakukan penyisiran, namun korban belum ditemukan. Pencarian intensif dilanjutkan kembali pada pagi ini,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait, secara terpisah menegaskan bahwa keselamatan nyawa adalah prioritas tertinggi.
Dia telah menginstruksikan seluruh jajaran OPD, Puskesmas, serta berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk penanganan darurat.
“Kami sangat prihatin atas hilangnya satu warga. Tim gabungan akan berupaya maksimal dalam pencarian, dan pemerintah daerah akan memberikan pendampingan penuh bagi keluarga korban,” paparnya.
Bupati Fawait juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas.
Pihaknya juga akan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi dan pendataan kerusakan terus dilakukan sebagai dasar langkah penanganan lanjutan.
“Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat,” tandasnya.







