Frensia.id- Film Meet Joe Black pertama kali dirilis pada tahun 1998. Bercerita mengenai kehidupan seorang miliader di bidang media bernama Bill yang dihampiri oleh kematian pada usianya yang ke 65 tahun. Berdurasi 2 jam 58 menit dibintangi oleh Brad Pitt, Anthony Hopkins dan Claire Forlani.
Kematian tidak menjemputnya secara tiba-tiba dan misterius, justru hadir dengan tampilan pemuda tampan yang memperkenalkan diri dengan nama Joe Black. Ia tidak lantas mencabut nyawa Bill, melainkan mengajaknya negosiasi, dengan mengijinkan dirinya untuk mengetahui segala aktivitas manusia. Bill mengijinkannya sehingga ia tidak langsung di seret ke kematian.
Meet Joe Black merupakan film dengan genre romance-fantasy, menampilkan kematian dalam wujud manusia. Yakni Joe Black yang merasuki seorang pemuda agar bisa mengakses kehidupan kasar manusia. Sebab tanpa menggunakan fasilitas tubuh manusia, kematian tidak mampu merasakan apa yang dirasakan oleh manusia pada umumnya.
:”Aku akan tinggal di duniamu beberapa waktu untuk merasakan jadi manusia. Namaku Joe Black. Sebagai gantinya, aku tunda kematianmu dulu.” Ucap Joe Black kepada Bill
Sebelumnya pemuda sebagaimana dimaksud sempat berjumpa dengan salah seorang anak Bill, bernama Susan di sebuah Caffeshop dengan cara yang tidak disengaja. Pulang dari Caffeshop pemuda tersebut tertabarak oleh mobil. Sebelum ia benar-benar dipastikan mati, kematian yang hendak menjemput nyawanya, justru meminjam jasad pemuda tersebut.
Dengan fasilitas tubuh pemuda, kematian mulai belajar jadi manusia. Merasakan segala apa yang dirasakan oleh manusia pada umumnya, mulai dari selai kacang hingga jatuh cinta dengan putri Bill, Susan.
Dari segi romance, cerita film ini menarik karena sebelum kematian merasuki tubuh pemuda yang tertabrak itu. Susan sempat bertemu di sebuah Caffe dan bertemu Kembali di rumahnya dengan tubuh yang sama tetapi ia merasa sebagai orang yang lain. Susan merasa Joe bukanlah orang yang sama yang ia jumpai di Caffe.
Film Meet Joe Black menjadi tontonan menarik tetapi hanya bagi mereka yang mampu dan rela untuk berfikir secara reflektif dan mendalam. Menghadirkan percakapan-percakapan filosofis penuh makna dan panjang yang membosankan.
Film ini sangat rekomendasi bagi peminat filsafat dan psikologi, karena mengundang materi untuk berfikir sesuatu yang jarang difikirkan orang awam secara umum. Pesan yang bisa ditarik adalah bukan ketakutan akan kematian itu sendiri yang bisa saja hadir secara tiba-tiba melainkan bagaimana menghargai waktu, keluarga dan cinta.






