Frensia.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat penyelarasan program daerah dengan agenda strategis pemerintah pusat.
Langkah ini dilakukan guna memastikan program nasional berjalan optimal hingga menyentuh masyarakat bawah, khususnya pada sektor pelayanan dasar dan kesehatan.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait saat Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah bertema “Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung Program Strategis Nasional” di Pendopo Wahyawibawagraha.
Bupati Fawait menyampaikan bahwa sejak awal kepemimpinannya, program pusat menjadi acuan utama pembangunan di Jember.
“Program-program yang menjadi janji politik kami dan masuk dalam Perda RPJMD, mayoritas adalah program pemerintah pusat,” katanya, Kamis (15/10/2026).
Selanjutnya kata dia, Pemkab Jember juga berencana merehabilitasi ruang pelayanan di kecamatan agar lebih nyaman dan ramah warga. Di sektor kesehatan, Pemkab Jember melakukan efisiensi anggaran untuk menyokong program prioritas seperti Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.
“Program ini memastikan warga kurang mampu mendapatkan jaminan layanan kesehatan gratis,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab meluncurkan layanan Home Care untuk menjangkau lansia, penyandang disabilitas, dan warga miskin yang sulit berobat ke fasilitas kesehatan. Sekitar 50 mobil dinas pejabat daerah dialihkan fungsinya untuk mendukung operasional layanan ini.
“Kalau warga mampu punya dokter pribadi, hari ini Jember sedang berikhtiar bagaimana warga yang tidak mampu juga bisa mendapatkan dokter keluarga,” paparnya.
Pria yang karib disapa Gus Fawait itu menyebutkan, Pemkab Jember juga menyediakan Mobil Cinta, armada khusus untuk mengantar pulang pasien kurang mampu yang telah selesai dirawat di rumah sakit tanpa dipungut biaya. Bahkan, pada 2027 mendatang, Gus Fawait merencanakan hadirnya Hotel Cinta.
“Fasilitas ini disiapkan sebagai rumah singgah bagi ibu hamil berisiko tinggi agar lebih dekat ke rumah sakit sebelum persalinan,” tambahnya.
Untuk menyerap aspirasi warga secara langsung, Pemkab Jember memunculkan program Bunga Desaku (Bupati Berkantor di Desa/Kelurahan). Melalui program ini, bupati menemui jajaran RT/RW, kader posyandu, guru ngaji, hingga pelaku UMKM.
“Aspirasi warga ini menjadi bahan perencanaan pembangunan. Kami sebut ini ‘Musrenbang Plus’ karena memperluas keterlibatan masyarakat langsung,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Kemendagri Muhammad Noval mengapresiasi langkah daerah yang sigap menerjemahkan prioritas nasional.
“Sinergi yang kuat akan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, pembangunan yang merata, dan pelayanan publik yang semakin berkualitas,” tandasnya.
Sebagai informasi, acara yang diinisiasi Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri ini dihadiri anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin, Dirjen Otda Cheka Virgowansyah, Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Muhammad Noval, serta para kepala daerah se-Tapal Kuda.






