3 Siswa SMP Sekolah Rakyat Jember Diduga Dianiaya Mahasiswa, Keluarga Lapor Polisi

Monday, 19 October 2026 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Gedung Mapolres Jember saat malam hari. (Foto: Istimewa).

Suasana Gedung Mapolres Jember saat malam hari. (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Tiga siswa Sekolah Rakyat (SR) di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Jember, diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum mahasiswa pembimbing kedisiplinan.

Salah satu korban berbaju SMP berinisial P bahkan sempat dilarikan ke puskesmas akibat luka-luka yang dialaminya.

Peristiwa dugaan kekerasan ini dibenarkan oleh salah satu perwakilan keluarga korban, BD. Dia menyebut insiden bermula pada Minggu (18/10) malam di dalam area asrama sekolah.

“Awalnya teman ponakan saya, P, ketahuan merokok oleh mahasiswa Unhan RI (Universitas Pertahanan Republik Indonesia) yang membimbing kedisiplinan siswa. Jadi, yang merokok ini ditampar,” kata BD di Mapolres Jember, Senin (19/10/2026).

Melihat rekannya dipukul, seorang siswa berinisial S berinisiatif membela dan mempertanyakan tindakan kasar tersebut. Namun, S justru ikut menjadi sasaran pemukulan.

Siswa berinisial P yang juga berupaya melerai dan membela temannya akhirnya turut menjadi korban dengan kondisi paling parah. P dianiaya dengan cara dipukul hingga ditendang di bagian vital tubuhnya.

Baca Juga :  Pria di Jember Cabuli Keponakan Sendiri Modus Diiming-imingi Uang dan Tonton Upin Ipin

“Ponakan saya dipukul dan ditendang di bagian dada serta punggung belakang. Sampai harus dirawat di Puskesmas Ajung tadi malam,” ujarnya.

BD menambahkan, kejadian tersebut berlangsung di dalam asrama sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WIB di luar jam kegiatan belajar mengajar. Akibat penganiayaan itu, P mengalami luka lebam di dada sebelah kiri.

“Beruntung, kondisinya kini sudah membaik dan diperbolehkan pulang dari puskesmas,” paparnya.

Tidak terima dengan aksi kekerasan berkedok pembinaan disiplin tersebut, pihak keluarga akhirnya mendatangi Mapolres Jember untuk menempuh jalur hukum. Keluarga meminta aparat penegak hukum memproses kasus ini secara tuntas agar memberikan efek jera.

“Hari ini saya ke Polres untuk mengajukan penyelesaian secara hukum karena ini kekerasan atau penganiayaan. Saya minta diproses secara hukum,” tegasnya.

Baca Juga :  Terduga Pembobol Rumah di Sobo Banyuwangi Dibekuk Tim URC Satreskrim Lewat Rekaman CCTV

Dia juga mengungkap bahwa pihak sekolah sempat berupaya meminta keluarga agar mengurungkan niat melapor ke polisi maupun melakukan visum. Kendati demikian, keluarga tetap teguh membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Dari pihak sekolah juga tadi mengomunikasikan kepada keluarga agar tidak perlu melapor atau melakukan visum,” ungkapnya.

“Jadi biar ada efek jera. Membimbing seperti itu tidak dibenarkan. Jadi, bukan membimbing, tetapi menghajar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat, Kartika Sari Dewi, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon seluler belum mau memberikan penjelasan lebih jauh terkait insiden dugaan penganiayaan ini.

“Iya, iya. Mohon maaf ya, Mas,” jawabnya singkat.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pasutri bersama Temannya Ditangkap Polisi Usai Bobol Toko di Pasar Tanjung Jember
Bejat! Pria di Jember Tega Cabuli Adik Ipar di Dalam Kamar Rumah
Edan! Kakek Marbot Musala di Genteng Banyuwangi Cabuli Siswi hingga Hamil
Viral! Warga Jember Meninggal Saat Nonton Sound Horeg
Terduga Pembobol Rumah di Sobo Banyuwangi Dibekuk Tim URC Satreskrim Lewat Rekaman CCTV
Kasus Dugaan Penggelapan Dana Proyek Hydrant, Polisi Belum Periksa Dirut PT Adika Atmaja Teknik
Pasutri di Jember Dilaporkan atas Dugaan Penggelapan Dana Proyek Hydrant, Kerugian Capai Rp 3 Miliar
Pulang Kerja, Pria di Kabat Banyuwangi Dibacok Golok hingga Luka di Dagu

Baca Lainnya

Monday, 19 October 2026 - 21:44 WIB

3 Siswa SMP Sekolah Rakyat Jember Diduga Dianiaya Mahasiswa, Keluarga Lapor Polisi

Thursday, 15 October 2026 - 12:55 WIB

Pasutri bersama Temannya Ditangkap Polisi Usai Bobol Toko di Pasar Tanjung Jember

Wednesday, 14 October 2026 - 17:25 WIB

Bejat! Pria di Jember Tega Cabuli Adik Ipar di Dalam Kamar Rumah

Tuesday, 13 October 2026 - 13:36 WIB

Edan! Kakek Marbot Musala di Genteng Banyuwangi Cabuli Siswi hingga Hamil

Tuesday, 13 October 2026 - 12:37 WIB

Viral! Warga Jember Meninggal Saat Nonton Sound Horeg

TERBARU

patung satoshi nakamoto

Economia

Wina Terpilih dalam Proyek Pemasangan Patung Satoshi Nakamoto

Monday, 19 Oct 2026 - 13:30 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading