FRENSIA.ID — Aksi panggung tak biasa kembali disuguhkan oleh Akhadi Wira Satriaji atau yang akrab disapa Kaka. Vokalis Slank ini membuat riuh penonton saat mengendarai skuter membelah kerumunan untuk masuk ke area panggung Konser HS Berani Kita Beda Tour Hey Slank di Pantai Boom Marina, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (01/11/26).
Puncak acara yang berlangsung dari sore hingga malam hari ini merupakan rangkaian penutup dari tur akbar Hey Slank di 10 kota. Seolah menjadi ritual sakral sebelum menggebrak panggung, Kaka bersama ratusan riders skuteris dan komunitas otomotif setempat menggelar konvoi keliling kota.
Mengambil titik start di GOR Tawangalun dan finis di Pantai Boom Marina, Kaka memimpin langsung rombongan menjelajahi berbagai titik ikonik di kota berjuluk Sunrise of Java tersebut, membawa pesan damai dan semangat berani beda. Antusiasme tidak hanya datang dari kaum adam. Dua skuteris perempuan asal Banyuwangi, Ulfa dan Lina, turut memeriahkan barisan konvoi.
“Pastinya seneng banget, bisa bareng-bareng riding sama personel Slank. Mestinya kita seru-seruan, terus nanti nonton konsernya Slank,” kata Ulfa yang tampil mengenakan kaus lengan panjang putih bermotif garis cokelat.
Rasa antusias yang sama juga disampaikan oleh rekannya, Lina, yang setia mengikuti seluruh rute perjalanan siang itu.
“Seneng banget, rutenya (riding) dari GOR terus menuju Boom (Pantai Boom Marina), semoga acaranya lancar sampai selesai,” tambah Lina.
Pemilihan Banyuwangi sebagai kota paling timur Pulau Jawa di tur ke-10 ini rupanya menjadi magnet tersendiri yang menyatukan basis penggemar dari berbagai wilayah. Kaka mengakui pesona Banyuwangi sebagai titik pertemuan strategis.
“Ada teman dari Bali kirim WA (WhatsApp) ‘Vespaku udah merapat di Banyuwangi’. Di sini (Banyuwangi) emang melting point di dua pulau, Jawa dan Bali. Tempatnya juga pinggir laut, Pantai Boom di Banyuwangi ini juga lagi happening banget. Mudah-mudahan lancar, insya Allah,” ungkap Kaka sesaat sebelum memulai riding.
Daya tarik ini terbukti dari luasnya asal peserta konvoi. Direktur Regional HS Area Jatim Bali, David Ferdian, menyebutkan bahwa riding penutup ini sukses mengundang partisipasi komunitas dari Jember, Probolinggo, Lumajang, hingga Kediri dan Surabaya.
“Semangatnya bagus sekali, berani kita beda,” kata David saat sesi jumpa pers. (Qobit)






