Frensia.id – Hari Pengungsi Sedunia diperingati setiap tanggal 20 Juni. Hari ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghormati keberanian dan kekuatan pengungsi di seluruh dunia.
Peringatan ini dimulai pada tahun 2001 berdasarkan resolusi yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 4 Desember 2000.
Latar belakang penetapan Hari Pengungsi Sedunia berawal dari meningkatnya jumlah pengungsi akibat konflik bersenjata, pelanggaran hak asasi manusia, dan bencana alam di berbagai belahan dunia.
PBB menyadari perlunya upaya global untuk melindungi hak-hak pengungsi dan mencari solusi atas permasalahan yang mereka hadapi.
Pada awalnya, peringatan Hari Pengungsi Sedunia dilakukan secara sederhana dengan kampanye dan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kondisi pengungsi.
Namun, seiring berjalannya waktu, peringatan ini semakin berkembang dengan berbagai acara dan kegiatan yang melibatkan pemerintah, organisasi non-pemerintah, masyarakat sipil, serta para pengungsi itu sendiri.
Tujuan utama dari Hari Pengungsi Sedunia adalah untuk menghormati keberanian dan kekuatan pengungsi dalam menghadapi situasi yang sangat sulit, serta untuk menyerukan solidaritas dan dukungan dari masyarakat internasional dalam memberikan perlindungan dan solusi bagi para pengungsi.
Peringatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang hak-hak pengungsi dan tantangan yang mereka hadapi, serta mendorong upaya-upaya untuk mencari solusi yang berkelanjutan bagi permasalahan pengungsi di seluruh dunia.
Berikut ini adalah beberapa rangkaian kegiatan yang biasa dilakukan dalam memperingati Hari Pengungsi Sedunia pada tanggal 20 Juni setiap tahunnya:
- Kampanye Penggalangan Dana Banyak organisasi kemanusiaan seperti UNHCR, IOM, dan lembaga lokal mengadakan kampanye penggalangan dana untuk membantu pengungsi di seluruh dunia. Ini dapat berupa donasi online, penjualan amal, atau acara amal lainnya.
- Pameran Foto dan Seni Diadakan pameran foto dan karya seni yang menggambarkan kehidupan pengungsi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kondisi mereka.
- Konferensi dan Seminar Diselenggarakan konferensi, seminar, atau diskusi panel yang mengundang pembicara ahli, aktivis, dan pengungsi untuk berbagi perspektif dan pengalaman mereka.
- Pertunjukan Budaya Acara budaya seperti pertunjukan musik, tari, atau teater yang menampilkan keragaman budaya pengungsi untuk mempromosikan pemahaman lintas budaya.
- Aksi Solidaritas Diadakan unjuk rasa damai, pawai, atau acara solidaritas lainnya untuk menyuarakan hak-hak pengungsi dan mendesak pemerintah serta masyarakat untuk bertindak.
- Kegiatan di Sekolah dan Universitas Sekolah dan universitas mengadakan kelas terbuka, lokakarya, atau diskusi kelompok tentang isu pengungsi untuk meningkatkan kesadaran di kalangan pelajar dan mahasiswa.
- Kampanye Media Sosial Kampanye di media sosial seperti menggunakan tagar khusus, membagikan cerita pengungsi, atau mengajak orang lain untuk bergabung dalam aksi solidaritas.
Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mempromosikan rasa kemanusiaan, dan mendorong tindakan nyata dalam mendukung pengungsi di seluruh dunia. (*)