Hari Pengungsi Sedunia Diperingati Setiap 20 Juni, Berikut Sejarahnya

Kamis, 20 Juni 2024 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Para Pengungsi - Hari Pengungsi Sedunia 20 Juni - by Sam Ridwan (Frensia.id)

Ilustrasi Para Pengungsi - Hari Pengungsi Sedunia 20 Juni - by Sam Ridwan (Frensia.id)

Frensia.id – Hari Pengungsi Sedunia diperingati setiap tanggal 20 Juni. Hari ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghormati keberanian dan kekuatan pengungsi di seluruh dunia. 

Peringatan ini dimulai pada tahun 2001 berdasarkan resolusi yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 4 Desember 2000.

Latar belakang penetapan Hari Pengungsi Sedunia berawal dari meningkatnya jumlah pengungsi akibat konflik bersenjata, pelanggaran hak asasi manusia, dan bencana alam di berbagai belahan dunia. 

PBB menyadari perlunya upaya global untuk melindungi hak-hak pengungsi dan mencari solusi atas permasalahan yang mereka hadapi.

Pada awalnya, peringatan Hari Pengungsi Sedunia dilakukan secara sederhana dengan kampanye dan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kondisi pengungsi. 

Namun, seiring berjalannya waktu, peringatan ini semakin berkembang dengan berbagai acara dan kegiatan yang melibatkan pemerintah, organisasi non-pemerintah, masyarakat sipil, serta para pengungsi itu sendiri.

Tujuan utama dari Hari Pengungsi Sedunia adalah untuk menghormati keberanian dan kekuatan pengungsi dalam menghadapi situasi yang sangat sulit, serta untuk menyerukan solidaritas dan dukungan dari masyarakat internasional dalam memberikan perlindungan dan solusi bagi para pengungsi.

Baca Juga :  Percaya? Wong Jowo Terlibat Sejak Era Kolonial Dalam Bisnis Narkoba

Peringatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang hak-hak pengungsi dan tantangan yang mereka hadapi, serta mendorong upaya-upaya untuk mencari solusi yang berkelanjutan bagi permasalahan pengungsi di seluruh dunia.

Berikut ini adalah beberapa rangkaian kegiatan yang biasa dilakukan dalam memperingati Hari Pengungsi Sedunia pada tanggal 20 Juni setiap tahunnya:

  1. Kampanye Penggalangan Dana Banyak organisasi kemanusiaan seperti UNHCR, IOM, dan lembaga lokal mengadakan kampanye penggalangan dana untuk membantu pengungsi di seluruh dunia. Ini dapat berupa donasi online, penjualan amal, atau acara amal lainnya.
  2. Pameran Foto dan Seni Diadakan pameran foto dan karya seni yang menggambarkan kehidupan pengungsi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kondisi mereka.
  3. Konferensi dan Seminar Diselenggarakan konferensi, seminar, atau diskusi panel yang mengundang pembicara ahli, aktivis, dan pengungsi untuk berbagi perspektif dan pengalaman mereka.
  4. Pertunjukan Budaya Acara budaya seperti pertunjukan musik, tari, atau teater yang menampilkan keragaman budaya pengungsi untuk mempromosikan pemahaman lintas budaya.
  5. Aksi Solidaritas Diadakan unjuk rasa damai, pawai, atau acara solidaritas lainnya untuk menyuarakan hak-hak pengungsi dan mendesak pemerintah serta masyarakat untuk bertindak.
  6. Kegiatan di Sekolah dan Universitas Sekolah dan universitas mengadakan kelas terbuka, lokakarya, atau diskusi kelompok tentang isu pengungsi untuk meningkatkan kesadaran di kalangan pelajar dan mahasiswa.
  7. Kampanye Media Sosial Kampanye di media sosial seperti menggunakan tagar khusus, membagikan cerita pengungsi, atau mengajak orang lain untuk bergabung dalam aksi solidaritas.
Baca Juga :  Cerita Alexander The Great kepada Aristoteles tentang Penjelajahannya di India

Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mempromosikan rasa kemanusiaan, dan mendorong tindakan nyata dalam mendukung pengungsi di seluruh dunia. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Percaya? Wong Jowo Terlibat Sejak Era Kolonial Dalam Bisnis Narkoba
Geliat Kerajinan Sangkar Burung di Desa Dawuhan Mangli Jember, Mampu Bertahan Sejak Tahun 1955
Dua Periset UNIB Teliti K.H.R. Ach. Fawaid As’ad Situbondo, Ulama’ Politik Yang Menata Bangsa Dari Kehidupan Nyata
Akademisi UNESA Teliti Kasus Nenek Asyani, Dorong Perbaikan Hukum di Indonesia
Diteliti, Waly Al-Khalidy Berperan Besar dalam Desain Otoritas Agama di Aceh
Cerita Alexander The Great kepada Aristoteles tentang Penjelajahannya di India
Penelitian Unik, Temukan Jenis Kentut yang Dapat Hangatkan Bumi
Kakek Prabowo Disebut Akan Diajukan Sebagai Pahlawan Nasional, Berikut Rekam Sejarah Perannya

Baca Lainnya

Sabtu, 29 Maret 2025 - 04:57 WIB

Percaya? Wong Jowo Terlibat Sejak Era Kolonial Dalam Bisnis Narkoba

Jumat, 28 Februari 2025 - 17:02 WIB

Geliat Kerajinan Sangkar Burung di Desa Dawuhan Mangli Jember, Mampu Bertahan Sejak Tahun 1955

Minggu, 16 Februari 2025 - 11:31 WIB

Dua Periset UNIB Teliti K.H.R. Ach. Fawaid As’ad Situbondo, Ulama’ Politik Yang Menata Bangsa Dari Kehidupan Nyata

Minggu, 16 Februari 2025 - 05:07 WIB

Akademisi UNESA Teliti Kasus Nenek Asyani, Dorong Perbaikan Hukum di Indonesia

Minggu, 16 Februari 2025 - 04:42 WIB

Diteliti, Waly Al-Khalidy Berperan Besar dalam Desain Otoritas Agama di Aceh

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB