Ketua LDNU PBNU, Gus Aab : Haji Mabrur dan Implikasi Sosial

Saturday, 22 June 2024 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Haji Mabrur selalu menjadi perbincangan, doa dan harapan setiap musim haji khususnya mereka yang sedang menjalani rukun Islam yang kelima ini.

Ketua Lembaga Dakwah Nadhlatul Ulama (LDNU) Pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab sapaan akrabnya dalam Khutbah Jum’at menyampaikan soal Haji Mabrur dan Implikasinya bagi Sosial.

Khutbah tersebut disampaikan di Masjid Jami’ Al Baitul Amien Jember, Jumat, 21 Juni 2024, kemaren siang. Ketua LDNU PBNU tersebut menyampaikan indikator haji mabrur dan implikasinya pada tatanan sosial dan perbaikan akhlak ummat. Gus Aab juga menyampaikan makna simbolik dibalik manasik haji sebagai spirit untuk mewujudkan haji mabrur.

Menurut Gus Aab semangat masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji luar biasa. Sehingga jumlah pendaftar setiap tahun lebih dari tiga kali lipat dari jumlah Kouta yang diberikan kepada bangsa Indonesia oleh al mamlakah al-saudiah al-arabiah.

Seharusnya semakin banyak orang yang selesai melaksanakan ibadah haji, jika pulang ke tanah air semakin memiliki implikasi yang luar biasa terhadap tatanan sosial dan perbaikan akhlak ummat. Hal tersebut akan tercapai jika jamaah haji dari Indonesia mendapatkan haji mabrur.

Baca Juga :  Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

Tekait istimewa haji Mabrur, Ketua LDNU PBNU tersebut mengutip sebuah hadis bahwa Rasulullah bersabda Haji mabrur tidak ada balasan yang pantas kecuali sorga. Para sahabat bertanya wa maa birruhu ya Rasulullah dalam riwayat yang lain disebutkan wa maa alamtu birrihi ya rasulullah artinya apa tanda-tanda haji mabrur ini ya rasulullah? Rasulullah menjawab thayyibul kalam wa ith’amut tha’am wa ifsya’us salam.

Pertama, Thayyibul kalam. Menurut Gus Aab Thayyibul kalam adalah apa yang diucapkan adalah perkataan yang baik. Ini mewakili bahwa segala sesuatu yang keluar darinya adalah sesuatu yang baik, tidak hanya ucapan tetapi perbuatan.

Jika ia adalah seorang pengambil keputusan, maka keputusan yang diambil selalu membawa kebaikan. Thayyibul kalam merupakan sesuatu yang berasal darinya, yang keluar darinya tidak lain kecuali berimplikasi pada kebaikan tatanan keummatan.

Kedua, Ith’amut tha’am (memberi makan) namun bagi Gus Aab pemaknaannya tidak hanya sekedar itu. Tetapi jauh lebih dari itu maknanya adalah kepedulian sosial, keprihatinan yang dialami oleh orang lain. Ada langkah-langkah kongkret yang dilakukan untuk melakukan perbaikan terhadap tatanan kehidupan keummatan.

Ketiga, ifsya’us salam atau menebarkan kedamaian. Dimana ketika manusia berada, ketentraman yang dirasakan orang-orang yang ada disekitarnya. Setiap ia datang ke suatu tempat ada kedamaian, kebahagiaan dan kesejukan yang dialami, ketika tidak ada ia begitu dirindukan.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan

Sehingga seharusnya semakin banyak orang yang pulang haji maka akan berpengaruh terhadap perbaikan akhlak bangsa karena berimplikasi pada bagusnya moral, eloknya sikap dan tindakan serta penyebaran kedamaian dan ketentraman bagi masyarakat sekitarnya.

Namun dalam keseharian belum ada tanda-tanda yang signifikan terjadi perubahan akhlak yang baik dalam tatana kehidupan masyarakat. Lebih ironisnya, bukan hanya ditengah-tengah masyarakat dan komunitas dimana seoang yang baru pulang haji itu tinggal, tetapi terkadang gagal melakukan perbaikan pada kehidupan diri sendiri.

Pesan diatas penting diperhatikan sebab memperoleh haji mabrur bukanlah hal yang mudah. Boleh jadi hajinya makbul hanya memenuhi syarat dan rukunnya haji, namun belum tentu mabrur. Kemabruran haji menurut Prof. DR. KH. Nasaruddin Umar diukur setelah pulang dari tanah suci.

Seberapa bagus dampak haji tersebut pada kehidupannya ketika ke tanah air? bisa dilihat dari tiga indikator sebagaimana uraian Ketua LDNU PBNU, Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab diatas. Semoga semuanya mabrur (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Peran MUI di Pembukaan Musda ke-XI
Perempuan Cantik Tidak Disunnahkan Mengikuti Sholat Idul Fitri, Begini Penjelasan dalam Kitab Fathul Qorib
Warga Desa Suger Kidul Jember Rayakan Lebaran Lebih Awal
Berkah Tidak Mesti Identik dengan Kekayaan, Begini Penjelasan Dr. Haidar Baqir
Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat
Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan
Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

Baca Lainnya

Saturday, 4 April 2026 - 15:05 WIB

Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Peran MUI di Pembukaan Musda ke-XI

Saturday, 21 March 2026 - 14:54 WIB

Perempuan Cantik Tidak Disunnahkan Mengikuti Sholat Idul Fitri, Begini Penjelasan dalam Kitab Fathul Qorib

Thursday, 19 March 2026 - 07:58 WIB

Warga Desa Suger Kidul Jember Rayakan Lebaran Lebih Awal

Sunday, 8 March 2026 - 14:28 WIB

Berkah Tidak Mesti Identik dengan Kekayaan, Begini Penjelasan Dr. Haidar Baqir

Thursday, 26 February 2026 - 23:19 WIB

Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat

TERBARU

Salah satu ruangan di Toko Mitra Plastik Kabupaten Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Economia

Harga Plastik Naik Gegara Perang di Timur Tengah

Wednesday, 8 Apr 2026 - 14:50 WIB