Frensia.Id- Jude Bellingham masih berusia 21 tahun. Di usianya yang masih terbilang muda, reputasi Bellingham terbilang bagus.
Pemain asal Inggris itu selalu tampil di momen-momen besar dan sering mencetak gol pada menit-menit akhir.
Bellingham terus-menerus memberikan momen-momen besar selama 12 bulan terakhir.
Memberikan gol penentu kemenangan dan assist untuk menjaga Madrid tetap berada di jalur menuju gelar ganda La Liga dan Liga Champions.
Mantan pemain Borussia Dortmund itu tampaknya banyak dibicarakan karena kegemarannya memberikan kejutan di menit-menit akhir.
Ternyata hal tersebut sering ia lakukan sejak masa remajanya di Birmingham City.
Dari Akademi Birmingham City
Tidak butuh waktu lama bagi Bellingham untuk memberikan pengaruh bagi klub masa kecilnya.
Bakat akademi Birmingham ini tampil mengesankan dalam debut liganya melawan Swansea City pada Agustus 2019, dan ketika Jefferson Montero terjatuh karena cedera pada babak pertama di pertandingan pekan berikutnya melawan Stoke City, Bellingham dipanggil dari bangku cadangan.
Membuat penampilan pertamanya di St. Andrews, Bellingham dengan cepat menunjukkan kepada pendukung setia The Blues mengapa ia mendapatkan menit bermain di tim utama pada usia 16 tahun.
Birmingham tertinggal setelah satu jam, tetapi menyamakan kedudukan melalui Lukas Jutkiewicz pada menit ke-73.
Tiga menit kemudian, Bellingham mencetak gol, ketika tendangannya yang dibelokkan membuat Adam Federici tidak berdaya dan hanya bisa menyaksikan bola masuk ke gawang.
Momen penentu kemenangan itu mengawali musim yang membuat Bellingham menjadi properti terpanas di Championship.
Sembilan bulan kemudian, Bellingham sedang dalam perjalanan ke Jerman untuk bergabung dengan Borussia Dortmund. Sementara seragam No.22 miliknya dipensiunkan oleh klub masa kecilnya itu.
Kenangan Di Dortmund
Meskipun tidak selalu ditempatkan dalam posisi menyerang untuk Dortmund, Bellingham masih berhasil mencetak gol tepat waktu untuk raksasa Bundesliga tersebut.
Salah satu kenangannya yang paling berkesan datang pada Januari 2022, ketika Bellingham membantu membalikkan keadaan melawan Eintracht Frankfurt.
Pasukan Marco Rose masih memiliki sedikit harapan untuk meraih gelar pada saat itu, dan membutuhkan kemenangan melawan Eintracht yang sedang kesulitan untuk mempertahankan diri mereka kembali ke posisi teratas.
Namun dengan tertinggal 2-1 dari Dortmund pada menit ke-87, harapan untuk meraih kemenangan tampak tipis.
Bellingham sampai bangkit untuk menyambut umpan silang Thomas Meunier, dan menjebol gawang Eintracht.
Dua menit kemudian, Mahmoud Dahoud mencetak gol Kemenangan, namun hal itu tidak akan mungkin terjadi tanpa campur tangan gelandang Inggris tersebut.
Torehan Bersama Real Madrid
Getafe bermain bagus ketika datang di Santiago Bernabeu pada 2 September. Mereka mungkin tidak memiliki ancaman serangan yang paling terlihat ketika mereka menandatangani kontrak dengan pemain pinjaman Mason Greenwood.
Tim asuhan Jose Bordalas menunjukkan permainan yang cerdas, dan menghabiskan sebagian besar sore itu dengan membuat Madrid frustrasi.
Tapi, di masa tambahan waktu, Bellingham mendapat peluang. Golnya datang ketika bertaruh pada upaya gagal Lucas Vazquez dan melesat ke dalam kotak penalti.
Sang kiper hanya bisa menepis upaya Vazquez, dan Bellingham mendapatkan penyelesaian mudah dari jarak dekat untuk mencetak gol kelimanya dalam empat pertandingan pertamanya untuk Los Blancos.
Di El Clasico pun Jude Bellingham tampil apik. Barcelona mengalahkan Madrid selama 45 menit pada El Clasico pertama musim 2023/24.
La Blaugrana yang dilanda cedera tampil dalam paruh musim terlengkap mereka, dan menjadi nilai bagus untuk keunggulan 1-0 mereka saat jeda.
Di babak kedua, Bellingham membalikkan keadaan. Mencetak gol penyeimbang, melalui tendangan spekulatifnya dari luar kotak penalti yang berhasil membuat Marc-Andre ter Stegen yang tak berdaya.
Kemudian, pada menit ke-92, ia mencetak gol penentu kemenangan melalui tendangan dari jarak dekat.
Pada final Liga Champions kemarin pun Bellingham menjadi aktor penting terjadinya gol Vinicius jr. Menang dua kosong atas Borussia Dortmund, Real Madrid berhasil menjadi juara Championsnya yang ke-15.
Selamatkan Inggris di Euro 2024
Dengan lima dari minimal enam menit waktu tambahan dimainkan, harapan Inggris untuk menjuarai Euro 2024 tampak mati dan terkubur.
Penampilan buruk di babak 16 besar melawan Slovakia menyebabkan The Three Lions tertinggal 1-0, dengan Bellingham salah satu dari sekian banyak pemain Inggris yang tampil buruk di Gelsenkirchen.
Tetapi, ketika Marc Guehi meneruskan lemparan jauh Kyle Walker, Bellingham-lah yang berhasil memutar badannya dan melepaskan tendangan akrobatik.
Tendangan saltonya itu berhasil melewati Martni Dubravka dan masuk ke sudut bawah untuk memicu perayaan liar di antara para pemain, staf, dan penggemar The Three Lions.
Harry Kane kemudian mencetak gol kemenangan Inggris di awal perpanjangan waktu.
Namun hal itu tidak akan mungkin terjadi tanpa gol indah Bellingham. Pasalnya, dia sekali lagi menunjukkan kemampuannya untuk melakukan hal yang hampir mustahil ketika menghadapi krisis.
Setelah laga selesai, Jude Bellingham menyampaikan kalau gelandang Real Madrid itu dan teman-temannya mampu menemukan permainan terbaik The Three Lions.
“Kemenangan penting, kami lolos ke putaran berikutnya. Saya sangat senang, karena sepekan terakhir atau lebih berjalan berat bagi kami. Kami coba mencegah energi negatif agar tidak sampai mengganggu tim,” ujar Bellingham, dikutip oleh Frensia.Id dari Reuters.
Kemenangan ini seolah-olah jadi pembuktian Inggris yang memang belum tampil menyakinkan sejak fase grup. Permainan Inggris kacau, koneksi antarpemain buruk. Jadi, wajar jika awalnya mereka diprediksi akan tersingkir.