4 Fakta Memilukan Dalam Lagu Bob Marley, No Women No Cry

Senin, 29 Juli 2024 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar 4 Fakta Memilukan Dalam Lagu Bob Marley, No Women No Cry (Imam/AI)

Gambar 4 Fakta Memilukan Dalam Lagu Bob Marley, No Women No Cry (Imam/AI)

Frensia.id- 4 fakta tercatat begitu memilukan yang berhubungan dengan lagu Bob Marley, “No Woman, No Cry”. Banyak interpretasi pada lirik lagu fenomenal ini, banyak juga yang salah paham.

Lagu yang dipopulerkan oleh Bob Marley dan The Wailers ini berusia lebih lama dari penulis dan penyanyinya. Hingga saat ini, masih banyak yang menyanyikan dan cukup sakral bagi para Fans Bob Marley.

Lagu yang ada dalam album Natty Dread ini banyak dimaknai keliru. Ada yang mengartikan “tak ada wanita, tak akan menangis”. Padahal kalimat itu bukan bahasa Inggris British, namun merupakan dialek Jamaika.

Pada dialek Jamaika, “No” dapat diartikan sebagai “Don’t”. Jadi makna sesungguhnya, adalah “Jangan, Gadis! Jangan Menangis”.

Tentu, masih banyak makna salah kaprah lainnya. Banyak tafsir pada lagu populer ini, tidak heran jika dikaji banyak pihak.

Frensia.id mengumpulkan beberapa fakta menarik yang ada dalam lagu tersebut. Setidaknya ada empat fakta memilukan dari lagu ini. Keempatnya berasal dari pemaknaan beberapa pakar, hingga fenomena lagu ini berusaha dikumpulkan.

Gadis Hebat,  Karib Bob Marley

Seorang gadis bernama lengkap Vincent Ford, tenar karena diduga sebagai pencipta lagu “No Woman, No Cry”. Ia merupakan karib dekat Bob Marley.

Baca Juga :  Ramadan, Musik Religi, dan Keabadian Musisi Favorit Generasi Milenial

Kisahnya sangat memilukan, dua kakinya diamputasi karena terserang penyakit diabetes. Walaupun demikian, ia dikisahkan pernah menyelamatkan orang tenggelam tanpa dua kakinya.

Bob Marley sangat simpati padanya. Bahkan yang mengejutkan, ia mendaftarkan lagunya sebagai karya gadis yang hingga hidupnya bekerja di dapur umum Trenchtown.

Kemiskinan Trenchtown

Hal yang pasti dalam lagu “No Woman, No Cry” adalah kondisi kehidupan masyarakat Trenchtown. Kota ini merupakan tempat tinggal Bob Marley yang kumuh.

Adapun potongan lirik yang mengisahkan kehidupan kota tersebut adalah In the government yard in Trenchtown. And then Georgie would make the fire lights, I say Log would burnin’ through the nights, yeah Then we would cook corn meal porridge, I say Of which I’ll share with you.

Bait tersebut dikaji oleh beberapa pakar sebagai gambarkan kehidupan masyarakat Trenchtown yang penuh keterbatasan. Mereka hanya makan bubur jagung dan itu pun dimakan bersama-sama.

Kehidupan masyarakat yang sengsara ini, memang merupakan fenomena tempat tinggal Bob Marley. Pemerintah tidak dapat mengurus secara baik, dan penduduk kota sangat padat.

Royalty Untuk Karib Gadisnya

Dengan didaftarnya lagu tersebut atas nama Vincent Ford, maka royalty yang didapatkan tentu mengalir kepada gadis yang dibanggakan oleh Bob Marley ini. Setiap income adalah keuntungan bagi perempuan yang kehilangan dua kakinya tersebut.

Baca Juga :  Sukatani, Band Punk yang Diduga Diintimidasi Polisi, Ternyata Telah Diteliti Akademisi UNY

Sebenarnya bukan hanya lagu tersebut. Bob Marley sebelum meninggal pernah mengeluarkan pernyataan bahwa royalty lagunya memang diniatkan untuk para sahabat dan keluarganya.

Sayangnya, setelah kematiannya, hal tersebut malah menjadi masalah. Danny Sims, mantan manajer Bob Marley menggugat royalty tersebut. Ia menganggap Bob Marley telah melakukan kejahatan, sebab memanipulasi pengarang lagu untuk menghindari pajak pribadinya.

Ada Kanker Di Kaki

Diceritakan juga, bahwa Bob Marley meninggal karena kanker yang awal muncul di kakinya. Marley didiagnosis mengidap melanoma ganas di bawah kuku kaki.

Lantas apa hubungannya dengan lagu “No Woman, No Cry” ? ada bait lagu yang tampak berhubungan dengan kejadian kematiannya ini, “My feet is my only carriage, and so I’ve got to push on through But while I’m gone Everything’s gonna be alright”.

Dalam bait lagu tersebut dijelaskan bahwa kakinya adalah satu-satunya kendaraannya. Jika pada saatnya, ia menunggal/pergi, maka segalanya tetap akan baik-baik saja.

Bait ini tampak merupakan nasehat pada seorang perempuan tentang penyakitnya. Bob Marley seolah telah paham menjelang kematiannya kakinya akan diminta diamputasi.

Ia memilih untuk mempertahankan kakinya, sebab merupakan satu-satunya kendaraan. Sayangnya, dirinya pun harus berakhir karena mempertahankan keduanya kakinya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Ramadan, Musik Religi, dan Keabadian Musisi Favorit Generasi Milenial
Sukatani, Band Punk yang Diduga Diintimidasi Polisi, Ternyata Telah Diteliti Akademisi UNY
Dara Sarasvati Kembali Memukau dengan Menampilkan Busana Ratu Kidul
Sukatani Jadi Yang Ke-6, Masuk Musisi Tanah Air Yang Pernah Dicekal Pemerintah
Tentang Polemik Lagu Sukatani, Fadli Zon Anggap Tak Masalah Asal…
Faktor Fans Musik Hardcore Cenderung Vandalis? Pernah Diteliti Akademis ISI Yogyakarta
Diumumkan! 4 Personel Polisi Buntut Kasus Intimidasi Sukatani, Masih Direspon Buruk Warganet
Perayaan Sewindu KSBN, Stafsus Kementerian Komdigi Tampil Cantik dengan Kebaya Janggan

Baca Lainnya

Sabtu, 8 Maret 2025 - 03:50 WIB

Ramadan, Musik Religi, dan Keabadian Musisi Favorit Generasi Milenial

Minggu, 23 Februari 2025 - 18:22 WIB

Sukatani, Band Punk yang Diduga Diintimidasi Polisi, Ternyata Telah Diteliti Akademisi UNY

Minggu, 23 Februari 2025 - 11:54 WIB

Dara Sarasvati Kembali Memukau dengan Menampilkan Busana Ratu Kidul

Minggu, 23 Februari 2025 - 06:11 WIB

Sukatani Jadi Yang Ke-6, Masuk Musisi Tanah Air Yang Pernah Dicekal Pemerintah

Minggu, 23 Februari 2025 - 05:11 WIB

Tentang Polemik Lagu Sukatani, Fadli Zon Anggap Tak Masalah Asal…

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB