Frensia.id – Anies Rasyid Baswedan memposting foto di Instagram dengan memegang buku “A History of Japan in Manga” pada Minggu 22 September 2024, saat melakukan kunjungan ke Jepang.
Sontak postingan tersebut menyulut perhatian warganet, salah satu netizen berkomentar positif, ia mengatakan bahwa penasaran buku apa yang dibaca pak Anies sambil menunggu boarding.
“Buku sejarah Jepang karya Kanaya Shunichiro yang ditampilkan secara manga dengan bahasa yang ringan, pemenang banyak penghargaan jurnalisme. Pantas wawasan bapak luas sekali,” tulis pemilik akun @radityabambie.
Buku “A History of Japan in Manga” karya fenomenal Shunichiro Kanaya merupakan upaya yang sangat kreatif untuk menyajikan sejarah Jepang yang panjang dan kompleks dalam format yang lebih ringkas dan visual.
Meskipun ada keterbatasan dalam kedalaman analisis akibat penggunaan format yang ringkas, sekitar 300 halaman untuk menutupi dari zaman prasejarah hingga era modern, buku ini berhasil sebagai pengantar yang menarik terhadap sejarah Jepang.
Penggunaan format manga dalam buku ini sangat efektif untuk menyampaikan narasi sejarah dengan cara yang menarik dan menggugah.
Manga, dengan karakter-karakter yang dinamis dan adegan yang dramatis, membantu dalam mengilustrasikan momen-momen penting seperti pertempuran dan perubahan dinasti, menjadikan informasi lebih mudah dicerna dan diingat oleh pembaca.
Selain itu, penambahan elemen visual lain seperti peta, bagan, dan daftar menyediakan cara yang cepat dan efisien untuk menyajikan informasi kompleks dalam format yang mudah diakses.
Namun, buku ini juga memiliki kelemahan dalam hal kedalaman materi. Karena keterbatasan halaman dan format yang digunakan, banyak periode dan peristiwa penting hanya dijelaskan secara singkat.
Hal ini mungkin menyebabkan pembaca yang mencari analisis yang lebih mendalam atau diskusi lebih rinci mengenai topik tertentu merasa kurang puas.
Beberapa topik penting seperti peran Jepang sebagai kekuatan kekaisaran hanya disinggung secara sekilas, yang bisa menimbulkan kekecewaan bagi pembaca yang tertarik dengan topik tersebut.
Secara keseluruhan, “A History of Japan in Manga” adalah contoh bagus dari bagaimana media yang terutama dianggap sebagai hiburan bisa diadaptasi untuk tujuan pendidikan dengan cara yang inovatif dan menarik.
Ini merupakan buku yang cocok untuk pembaca yang mencari pengantar visual dan ringkas tentang sejarah Jepang, tetapi mungkin tidak memuaskan bagi mereka yang mencari diskusi yang lebih mendalam atau komprehensif tentang topik-topik tertentu.
Dalam kunjungan tersebut, mantan calon presiden itu juga berkesempatan melakukan pertemuan diskusi dengan beberapa aktivis, bahwa ia juga diwawancarai media NHK dan Nikkei yang merupakan dua media terbesar di Jepang.