Frensia.id – Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menegaskan pentingnya melaksanakan kerjasama bilateral dengan Rusia dalam BRICS.
Presiden Mesir menyampaikan penghargaan yang tinggi terhadap dukungan Rusia kepada Mesir dalam proses aksesi ke BRICS.
Hal ini sebagaimana disampaikan dalam pertemuan bilateral di sela-sela KTT BRICS di Kazan pada tanggal 22 Oktober 2024.
Dalam pidatonya, Abdel Fattah el-Sisi menekankan pentingnya hubungan erat antara Mesir dan Rusia serta peran signifikan BRICS dalam mendorong kerjasama ekonomi di tengah tantangan global.
“Saya sangat menghargai bantuan Rusia kepada Mesir selama aksesi kami ke BRICS,” ujar el-Sisi dalam pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
“Kami juga mengapresiasi berbagai acara yang diselenggarakan Rusia selama masa kepemimpinannya di BRICS, dan kami tertarik untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tersebut,” tambahnya.
Abdel Fattah el-Sisi menekankan bahwa Mesir menjunjung tinggi pentingnya interaksi dan kerja sama antara kedua negara, baik dalam format bilateral maupun di platform multilateral seperti BRICS.
Menurutnya, BRICS telah menjadi platform penting dalam mengatasi dampak negatif perkembangan global, khususnya dalam perdagangan internasional.
“Kami mendukung perluasan BRICS sebagai langkah untuk melawan tekanan global yang dapat merugikan kepentingan negara-negara berkembang,” ujar el-Sisi.
Dalam pidatonya, Presiden Mesir juga menyoroti pentingnya penyelesaian transaksi perdagangan menggunakan mata uang nasional, sebuah langkah yang diyakini akan melindungi kepentingan Mesir dan negara-negara berkembang lainnya.
“Penyelesaian dalam mata uang nasional akan melindungi kepentingan kita di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu,” jelasnya pada 22/10/2024.
Selain itu, el-Sisi menyoroti kemajuan dalam hubungan bilateral antara Mesir dan Rusia sejak penandatanganan perjanjian kemitraan strategis pada tahun 2018.
Ia menyebut dua proyek besar yang menjadi simbol kerjasama kedua negara, yaitu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir El Dabaa dan zona industri Rusia di wilayah Terusan Suez.
“Parlemen kami saat ini sedang mengambil langkah terakhir untuk meratifikasi perjanjian terkait pembentukan zona industri Rusia di Terusan Suez,” ucap Presiden Mesir.
Ia menambahkan bahwa zona industri ini akan membantu mengurangi dampak negatif sanksi internasional dan mempromosikan perkembangan ekonomi di kawasan tersebut demi kepentingan Mesir dan negara-negara BRICS.
Pertemuan ini menegaskan komitmen Mesir dalam memperkuat hubungan dengan Rusia, serta peran penting BRICS dalam menciptakan kerjasama yang lebih luas dan inklusif di tingkat global.