Frensia.id- Akademisi dari Universitas Negeri Jember (UNEJ) melakukan pembedayaan untuk mendukung terciptanya desa mandiri di Jember. Kegiatan yang sekaligus riset tersebut dilaksanakan di Desa Suci, Jember.
Beberapa akademisi yang dimaksud bernama Resha D.A. Pangesti, Hendrawan Santosa Putra, Andriana, dan Taufik Kurrohman. Hasil dari riset dan pengabdiannya telah terbit tahun ini, 2024.
Dilansir dari laman Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al ‘Ashar, riset dan pengabdian yang mereka lakukan bertujuan untuk membantu desa Suci dalam memetakan potensinya, mempromosikan hingga meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya dengan beberapa pelatihan digital marketing.
Kegiatan pembedayaan ini pada intinya mengupayakan desa Suci agar dapat mengelola potensiya dengan mandiri. Mereka menyebut kegiatannya dibasiskan pada pengembangan digital virtual.
Adapun waktu pelaksanaan kegiatannya, tampak dilakukan tahun kemarin, 2003. Tepatnya pada bulan Feburuari hingga November.
Ada banyak hal dihasilkan. Salah satunya adalah pengembangan desain sistem Virtual yang dapat mengintegrasikan pengembangan dan promosi industri kreatifnya. Mereka sukses membuat laman website resmi desa Suci.
Melalui laman ini, Desa Suci dapat memperkenal industri UMKM-kreatif, wisata, penginapan hingga organisasi-organisasinya. Semuanya dapat diakses secara luas dalam laman tersebut.
Berdasarkan pantauan Frensia.id, website ini tampak digunakan oleh pengelola wisata sebagai alat promosi yang efektif untuk menarik perhatian wisatawan ke Desa Suci. Melalui lamanya, pengelola dapat dengan mudah menyebarkan informasi terkini mengenai berbagai potensi wisata yang dimiliki Desa Suci, seperti destinasi wisata alam, budaya, dan kuliner.
Pada wisatawan yang ingin berkunjung dapat mengakses informasi lengkap tentang lokasi, fasilitas, kegiatan, dan even-even yang akan diselenggarakan, sehingga mereka dapat merencanakan kunjungan mereka dengan lebih baik.
Selain itu, website ini juga berfungsi sebagai platform interaktif yang memungkinkan pengelola wisata untuk berkomunikasi langsung dengan calon wisatawan melalui fitur-fitur seperti chat, forum diskusi, dan ulasan pengunjung. Hal ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan dan kepuasan wisatawan, tetapi juga memberikan pengelola masukan berharga untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas wisata di Desa Suci.
Bahkan dalam hasil riset pemberdayaan yang telah tersebar luas. website demikian pada akhirnya dapat menjadi aplikasi mobile. Dengan pengembangan ini, pengelola wisata dapat melakukan eksplorasi dan pengelolaan destinasi wisata dari mana saja dan kapan saja.
Dengan demikian, website yang telah dikembangkan, menurut para akademisi UNEJ tersebut, menjadi alat yang kuat dalam upaya promosi dan pengelolaan wisata di Desa Suci. Yang terbukti juga dapat membantu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang akhirnya juga akan mendukung pengembangan potensi ekonomi lokalnya secara mandiri. (*)