Frensia.id– Artis hingga aktivis tampak menolak Konsesi tambang untuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Kebijakan direncanakan akan diteken oleh Bahlil, terus mengundang polemik. Sejumlah tokoh Bahkan ada yang mencerca Pidato Bahlil persis preman.
Sebagaimana diketahui bersama dan ramai di banyak media, Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2024, yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), membuka peluang baru bagi organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan dengan memberikan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Salah satu implementasi nyata dari peraturan ini adalah rencana ambisius yang diungkapkan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia.
Bahlil mengumumkan rencananya untuk memberikan konsesi tambang batu bara kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Konsesi ini tidak tanggung-tanggung, mencakup kawasan yang cukup luas dan strategis. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberdayakan ormas keagamaan, tidak hanya dalam bidang sosial dan pendidikan, tetapi juga dalam sektor ekonomi dan industri.
Niat tersebut dibicarakan di banyak kesempatan. Salah satunya adalah saat memberikan kuliah umum di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama’. Rekaman pidatonya live di Kanal Resmi Menteri Investasi RI 30/05/2024.
Potong dari video ini yang kemudian diposting ulang beberapa tokoh dari kalangan artis hingga aktivis. Salah satu potongan video yang banyak dibicarakan adalah perkataan Bahlil tentang konsesi tambang untuk PBNU.
“Setuju atau tidak NU kita kasik konsesi tambang? Setujukah tidak? Kalau ada yang tidak setuju, kalian mau apain dia?” Ujar Bahlil dengan lantang dalam pidatonya.
Salah satu tokoh yang berasal dari kalangan artis dan mencercanya adalah Fedi Nuril. Aktor tenar pemeran film Surga Yang Tak Dirindukan ini tampak secara terbuka tidak sepakat pada konsesi tambang untuk PBNU dan pidato Bahlil. Bahkan dalam postingannya, ia menandai @jokowi.
“Kepada Pak @jokowi Saya tidak setuju PBNU dikasih konsesi tambang karena saya tidak suka dengan ancaman yang diucapkan oleh menteri Bapak. Memangnya saya mau diapain kalau tidak setuju, Pak @bahlillahadalia ?”, tulisannya sekaligus memosting potongan video pidato Bahlil melalui akun @realfedinuril 04/06/2024.
Sontak, banyak wargatnet dan tokoh mengomentari postingan tersebut. Salah satunya, akun bernama @MariaAlcaff.
“Saya juga tidak setuju PBNU dikasih konsesi tambang, karena saya gak setuju cara @bahlillahadalia sok2an bagi2 konsesi kayak negara milik kowe aja! Dipungut jadi menteri doang lagaknya kayak paling kuasa. Dilepeh rezim, balik ke utan luh!”, catatnya 04/06/2024.
Komentar lain yang menarik, datang dari aktivis muda NU yang sekaligus kader Indonesian Green Party, Roy Murtadha. Dalam banyak postingannya, terlihat ia juga tidak menyepakati PBNU menerima konsesi tambang.
Ada banyak postingan di beranda media Xnya, @MurtadhoRoy, yang memperlihatkan ia tampak kurang bersepakat pada kebijakan konsesi tambang untuk PBNU. Salah satunya, ia pernah mengusulkan nama perusahaan yang akan dikonsesikan,
“Kiai, kami usul nama perusahaannya: Perusahaan Batubara NU [disingkat: PBNU]”, catatnya sambil memosting berita dari salah satu media tentang ucapan terima kasih PBNU pada Jokowi 06/06/2024.
Bahkan ia juga mengomentari gaya pidato Bahlil yang tampak tegas itu.
“Gaya omong Bahlil sdh kayak preman pasar: “setujukah tidak, NU kita kasih konsesi tambang?… kalau ada yg tdk setuju mau kalian apain dia!?” Gertak dia. @PBNU_164 tengah diuji komitmennya dlm menjaga lingkungan”, tudingnya 02/06/2024.