Frensia.id – Menghadap kiblat merupakan rukun dan menjadi syarat sah dalam melaksanakan shalat, baik shalat wajib maupun sunnah.
Selain menjadi hal yang tidak boleh ditinggalkan dalam shalat, dalam Islam juga disyariatkan untuk menghadapkan kiblat pada jenazah yang dikuburkan.
Namun, arah kiblat pada sebagian besar masyarakat Indonesia beranggapan bahwa menghadap kiblat cukup dengan jihah al-ka’bah atau sekedar menghadap ke barat tempat ka’bah di Makkah yang dijadikan sebagai kiblat berada.
Hal tersebut berdasarkan temuan penelitian Fini Syamilatin Nafisah dalam tugas akhirnya di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dengan judul, “Uji Akurasi Arah Kiblat dengan Metode Rashdul Kiblat di Pemakaman Islam Lingkungan Plumbon Kelurahan Pandaan Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan”
Selain itu, pada sebagian masjid-masjid kuno terkadang belum dilakukan uji akurasi arah kiblat yang disesuaikan dengan perkembangan-perkembangan pengetahuan dan teknologi terkini, serta terkadang arah kiblat mengalami perubahan akibat bergesernya lempengan bumi pasca gempa.
Sebagai contoh, Ariba Khairunnisa dan Dian Ika Aryani dari UIN Walisongo Semarang telah melakukan penelitian di Masjid Kuno Al-Abror Bandar Lampung yang menyimpulkan bahwa masjid tersebut melenceng dari arah kiblat yang seharusnya.
Sebagai salah satu solusi mengatasi berbagai masalah arah kiblat tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam mengajak masyarakat untuk mengecek arah kiblat secara mandiri pada Senin tanggal 27 Mei 2024, pukul 16:18 WIB atau 17:18 WITA.
Pada hari tersebut, ada momen Istimewa yang disebut dengan Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat, yakni posisi matahari sedang tepat berada diatas ka’bah sehingga setiap bayangan tegak lurus pasti menghadap ke arah kiblat.
Selain itu, Kemenag mengajak masyarakat umum untuk ikut ambil bagian dalam agenda Bimas Islam yang bertajuk Hari Sejuta Kiblat pada waktu tersebut.
Agenda yang diproyeksikan akan memecahkan Rekor Museum Republik Indonesia (MURI) itu dapat diikuti seluruh masyarakat Indonesia dengan berbagai latar belakang untuk mengkalibrasi atau mengukur arah kiblat secara mandiri, yang dapat dilakukan di wilayah tempat tinggal masing-masing, baik di rumah, tempat ibadah dan tempat kerja.
Panitia telah menyediakan hadiah total senilai 20 Juta Rupiah bagi masyarakat yang berkeinginan ikut andil dalam Hari Sejuta Kiblat itu dengan mendaftar di link: s.id/harisejutakiblat, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
- Sudah mendaftar melalui tautan yang tersedia
- Follow Instagram @bimasislam dan @harisejutakiblat
- Upload foto di Instagram saat mengukur arah kiblat
- Tag dan mention akun @harisejutakiblat
- Gunakan hashtag #harisejutakiblat #qibladay #bimasislam
Adapun cara untuk mengukur sebagaimana dilansir Instagram @harisejutakiblat cukup dengan menempatkan benda tegak lurus dan arah bayangan benda tersebut nantinya akan menunjukkan arah kiblat.