Frensia.id – Hanya dalam hitungan hari Ramadhan akan segera kembali tiba, Bulan yang penuh rahmat bagi umat Muslim ini adalah bulan dimana ibadah puasa menjadi ciri khasnya. Lalu bagaimana dampak puasa Ramadhan terhadap kesehatan? terutama bagi para pasien penderita penyakit ginjal?
Penelitian Cevik yang berjudul “The Effects of Ramadan Fasting on The Number of Renal Colic Visits to The Emergency Departement”, menjelaskan bahwa pasien penderita penyakit ginjal (batu ginjal) diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, namun hal itu dilakukan dengan syarat khusus yakni berkonsultasi secara rutindengan dokter urologi untuk pengkajian lebih lanjut dan pengecekan kondisi fisik.
Pasien penderita penyakit ginjal ternyata juga diperbolehkan untuk menjalankan ibadah Puasa Ramadhan karena beberapa alasan. Alasan tersebut dipaparkan secara rinci oleh Bernich dalam risetnya yang berjudul “Fasting Ramadan in Chornic Kidney Disease Patients: Clinical and Biochemical Effects”, yakni pertama puasa Ramadhan dapat menurunkan tekanan darah sehingga hal tersebut dapat meningkatkan fungsi dan kinerja ginjal secara alami.
Kedua, yaitu puasa Ramadhan dapat menurunkan berat badan yang akan berdampak langsung pada fungsi jantung dan ginjal. Hal demikian dapat diikuti selaam dalam pengawasan tim kesehatan atau dokter yang telah mendiagnosis penyakit pasien terlbih dahulu. (*)