Frensia.id – China dilaporkan akan menaikkan defisit anggaran dan mendorong perdagangan dalam negeri untuk menghindari pajak yang akan diberlakukan Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump.
Tak hanya itu, Negeri Tirai Bambu juga akan melepaskan mata uang yuan untuk melemah.
Hal ini dilakukan untuk menutup kerugian yang mereka alami akibat keterbatasan ekspor yang akan mereka alami selama administrasi Trump 4 tahun ke depan.
15 ekonom menyatakan bahwa langkah-langkah tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan China hingga kurang dari 1 poin persentase rata-rata setiap tahun selama masa jabatan empat tahun Donald Trump.
“(Perekonomian) China akan tumbuh lebih lambat karena pemerintahan kedua Trump di AS. Meski begitu, kerugian-kerugian ini akan diimbangi sebagian oleh stimulus anggaran dan moneter,” ujar Ekonom Scope Ratings Dennis Shen.
Sebagai informasi, Trump telah mengancam tarif 60% untuk barang impor China, yang tampaknya akan menghancurkan perdagangan AS-Tiongkok, serta merusak ekspor bagi negara-negara di Asia.
Tak hanya itu, ini juga akan mempersulit China untuk menstabilkan perekonomian akibat anjloknya bisnis properti negara tersebut dan adanya tekanan deflasi yang terus-menerus. (*)