Choe Son Hui Soroti Ancaman Militer di Semenanjung Korea

Sabtu, 2 November 2024 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar

Ilustrasi gambar "Choe Son Hui Soroti Ancaman Militer di Semenanjung Korea" sumber edit by Frensia

Frensia.id – Choe Son Hui, Menteri Luar Negeri Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara) mengungkapkan kekhawatiran mendalam mengenai situasi keamanan negaranya yang semakin berbahaya dan tidak stabil akibat peningkatan kegiatan militer oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Hal ini disampaikan Choe dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, di Moskow pada tanggal 1 November 2024.

Choe Son Hui menyampaikan bahwa intrik dan tekanan yang dilancarkan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya telah memperburuk ketegangan di kawasan Asia Timur Laut, khususnya di Semenanjung Korea.

“Ketua Urusan Luar Negeri Kim Jong-un menyatakan bahwa aliansi militer AS-Korea Selatan saat ini telah bertransformasi menjadi aliansi militer dengan komponen nuklir,” ujar Choe Son Hui.

Ia menambahkan bahwa perkembangan tersebut menciptakan potensi ancaman besar bagi stabilitas dan perdamaian di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Choe Son Hui mengungkapkan bahwa situasi di Semenanjung Korea berpotensi meledak kapan saja, mengingat adanya peningkatan kegiatan militer yang intens oleh AS dan Korea Selatan.

Sebagai bagian dari aliansi tersebut, kedua negara dikabarkan telah membentuk kelompok konsultatif nuklir yang secara berkala mengadakan pertemuan untuk membahas kemungkinan serangan nuklir terhadap Korea Utara.

“Sepanjang tahun ini, kelompok penyerang kapal induk AS telah dikerahkan tiga kali di perairan sekitar Semenanjung Korea,” kata Choe Son Hui pada tanggal 01/11/2024.

Ia juga menyoroti bahwa kapal selam strategis milik Angkatan Laut AS kini berada di Korea Selatan, sementara pesawat pengebom strategis AS dengan kemampuan nuklir telah terbang di atas Semenanjung Korea sebanyak lima kali dalam kurun waktu yang sama.

Baca Juga :  Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin

Situasi yang memanas ini, menurut Choe Son Hui, menimbulkan kekhawatiran yang semakin dalam bagi pemerintah Korea Utara.

Ia menegaskan bahwa negaranya akan terus memperkuat kemampuan pertahanan sebagai upaya mengantisipasi segala bentuk ancaman yang muncul.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak Rusia untuk terus mendukung stabilitas dan perdamaian di kawasan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menekankan pentingnya dialog dan diplomasi dalam menghadapi ketegangan di Semenanjung Korea.

Rusia, menurut Lavrov, akan terus berperan dalam mencari solusi damai dan menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Timur Laut.

Pertemuan ini menandai semakin eratnya hubungan antara Rusia dan Korea Utara dalam menghadapi tekanan dari aliansi militer AS-Korea Selatan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan
Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 
Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin
Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan
Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas
Komentar Trump Soal DeepSeek: Alarm Peringatan bagi Dominasi Teknologi AS
Indonesia dan Malaysia Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis
Senator Rusia Ungkap Dugaan Pola Provokasi AS

Baca Lainnya

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:23 WIB

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Kamis, 20 Maret 2025 - 22:06 WIB

Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 

Selasa, 18 Februari 2025 - 05:34 WIB

Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin

Jumat, 31 Januari 2025 - 23:25 WIB

Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan

Kamis, 30 Januari 2025 - 13:48 WIB

Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas

TERBARU

Don Quixote, Tokoh fiksi karangan Miguel De Cervantes

Kolomiah

Kita Adalah Don Quixote yang Terhijab

Jumat, 4 Apr 2025 - 13:02 WIB

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB