Frensia.id – Choe Son Hui, Menteri Luar Negeri Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara) mengungkapkan kekhawatiran mendalam mengenai situasi keamanan negaranya yang semakin berbahaya dan tidak stabil akibat peningkatan kegiatan militer oleh Amerika Serikat dan sekutunya.
Hal ini disampaikan Choe dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, di Moskow pada tanggal 1 November 2024.
Choe Son Hui menyampaikan bahwa intrik dan tekanan yang dilancarkan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya telah memperburuk ketegangan di kawasan Asia Timur Laut, khususnya di Semenanjung Korea.
“Ketua Urusan Luar Negeri Kim Jong-un menyatakan bahwa aliansi militer AS-Korea Selatan saat ini telah bertransformasi menjadi aliansi militer dengan komponen nuklir,” ujar Choe Son Hui.
Ia menambahkan bahwa perkembangan tersebut menciptakan potensi ancaman besar bagi stabilitas dan perdamaian di wilayah tersebut.
Choe Son Hui mengungkapkan bahwa situasi di Semenanjung Korea berpotensi meledak kapan saja, mengingat adanya peningkatan kegiatan militer yang intens oleh AS dan Korea Selatan.
Sebagai bagian dari aliansi tersebut, kedua negara dikabarkan telah membentuk kelompok konsultatif nuklir yang secara berkala mengadakan pertemuan untuk membahas kemungkinan serangan nuklir terhadap Korea Utara.
“Sepanjang tahun ini, kelompok penyerang kapal induk AS telah dikerahkan tiga kali di perairan sekitar Semenanjung Korea,” kata Choe Son Hui pada tanggal 01/11/2024.
Ia juga menyoroti bahwa kapal selam strategis milik Angkatan Laut AS kini berada di Korea Selatan, sementara pesawat pengebom strategis AS dengan kemampuan nuklir telah terbang di atas Semenanjung Korea sebanyak lima kali dalam kurun waktu yang sama.
Situasi yang memanas ini, menurut Choe Son Hui, menimbulkan kekhawatiran yang semakin dalam bagi pemerintah Korea Utara.
Ia menegaskan bahwa negaranya akan terus memperkuat kemampuan pertahanan sebagai upaya mengantisipasi segala bentuk ancaman yang muncul.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak Rusia untuk terus mendukung stabilitas dan perdamaian di kawasan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menekankan pentingnya dialog dan diplomasi dalam menghadapi ketegangan di Semenanjung Korea.
Rusia, menurut Lavrov, akan terus berperan dalam mencari solusi damai dan menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Timur Laut.
Pertemuan ini menandai semakin eratnya hubungan antara Rusia dan Korea Utara dalam menghadapi tekanan dari aliansi militer AS-Korea Selatan.