NGO tersebut mampu mentransfer pengetahuan tentang inklusi sosial, mengintensifkan pemberian layanan dasar, dan memperluas akses interaksi warga dengan Pemerintah Desa.
Frensia.id- Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama) merupakan kelembagaan yang dimiliki ormas keagamaan terbesar di Indonesia. Di Oi Bura lembaga tersebut telah banyak diakui oleh beberapa peneliti.
Dwi Arini Nursansiwi dan Rahmad Hidayat menyusun riset yang fokus pada Lakpesdam di tingkat Kabupaten/kota atau yang berada di bawah naungan Pengurus Cabang Nahdaltul Ulama (PCNU). Hasil temuannya telah dipublikasi dalam bentuk jurnal di JISIP (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial) pada tahun 2022 kemarin.
Ia fokus pada aktivitas sosial Lakpesdam di Kabupaten Bima. menurutnya, Di tengah hamparan hijau Desa Oi Bura, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, LAKPESDAM PCNU telah mengambil peran penting dalam mengangkat harkat dan martabat masyarakat setempat melalui berbagai program pemberdayaan. Kajian mengenai inisiatif ini menjadi sorotan, menggambarkan betapa krusialnya kontribusi organisasi non-pemerintah (NGO) dalam membangun kesejahteraan sosial, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal.
Sebagai salah satu aktor non-negara atau lembaga Nirlaba, LAKPESDAM PCNU Bima telah menunjukkan betapa vital peran NGO dalam mendampingi tugas pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan masyarakat. Tanggung jawab untuk memberdayakan masyarakat dan mengurangi kemiskinan memang terletak pada pemerintah, sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Keberadaan organisasi seperti LAKPESDAM diakui telah dapat membantu mempercepat terwujudnya kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal demikian ini dibuktikan saat mereka melakukan penelitian dengan pendekatan studi kasus untuk memotret dengan jelas kondisi terkini dari kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Desa Oi Bura.
Mereka menemukan bahwa berbagai program pemberdayaan yang dijalankan oleh LAKPESDAM PCNU Bima tidak hanya memberikan bantuan materi. Akan tetapi, juga mengedukasi dan melatih masyarakat agar mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Kedua dua akademisi STISIP Mbojo ini memiliki informan risetnya dari jajaran pengurus lembaga tersebut, yakni pemimpin organisasi, tim pelaksana program, hingga beberapa warga di Desa Oi Bura.
Ternyata terbukti, bahwa dalam setiap programnya, LAKPESDAM PCNU Bima selalu melibatkan partisipasi aktif dari warga setempat. Dengan demikian, dapat dianggap telah menjadikan mereka bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pelaku perubahan.
Tidak hanya itu, pendekatan yang personal dan partisipatif ini juga dianggap telah berhasil menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas di antara warga. Temuan dari Desa Oi Bura ini merupakan cerminan betapa pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan NGO seperti Lakpesdam dalam mencapai tujuan bersama untuk kesejahteraan masyarakat.