Frensia.id- Demokrasi bukanlah satu-satunya sistem pemerintahan yang menempati puncak rasionalitas perkembangan masyarakat dan politik. Ia tetap saja mengandung celah atau sisi irrasionalitas dari dalam. Dimana mampu menggerogoti batang tubuhnya hingga mencegah sistem ini berjalan sesuai prinsip yang dimilikinya.
Hal ini pernah disinggung oleh seorang aktivis revolusioner NU era orde baru, Subhan ZE. Dalam sebuah kesempatan ia menyebut, “Demokrasi bisa terbunuh oleh lembaga demokrasi lewat prosedur yang demokratik.”
Prosedur demokratik yang dimiliki oleh demokrasi sendiri, sebagai indikator ada atau tidaknya pelaksanaan sistem ini, justru menjadi bomerang bagi negara untuk membunuhnya dan menghasilkan gejolak di tengah kehidupan berdemokrasi.
Dilema demokrasi seperti ini pernah terjadi di Chili dengan adanya kudeta yang dipimpin oleh Jenderal Augusto Pinochet, hingga berakhir menumbangkan presiden, Salvador Guillermo Allende Gossens pada tahun 1973.
Salvador Allende memimpin Chile sejak November 1970 hingga digulingkan, merupakan presiden pertama yang mempunyai latar belakang marxis dan memenangkan pemilu secara demokratis.
Selama menjabat banyak kebijakan yang dilakukan memberikan perubahan signifikan bagi negara Chile. diantaranya adalah menejemen kesehatan untuk semua orang, sistem pendidikan dan ekonomi negara. Itu semua tidak bisa dilepaskan dari faham politik yang ia anut.
Perubahan radikal yang dilakukan pada era kepemimpinanya adalah dengan menasionalisasikan sebagian besar industri Bank dan sumber daya alam. salah satunya adalah mengambil alih 2.4 hektar lahan dan menurunkan pengangguran dari 8.4 % menjadi 4.8%.
Termasuk beberapa perusahaan milik Amerika Serikat terkena nasionalisasi oleh Chile. Akhirnya agen intelijen AS, CIA, melakukan infiltrasi terhadap media oposisi dan membiayai demonstran sehingga menyebabkan stabilitas politik negara terganggu.
Demonstrasi besar-besaran dan tayangan dari media oposisi tidak lain adalah wujud dari demokrasi sendiri. Sebagai sebuah prosedur ternyata memberikan ancaman terhadap kedaulatan negara ditambah lagi dengan pengkhianatan oleh Jenderal Chile, Pinochet, yang memimpin kudeta militer pada akhirnya berhasil menumbangkan Salvador Allende secara demokratis.
Allende yang berhasil memenangkan hati rakyat lewat pemilu yang dilakukan secara demokratis ternyata harus menerima kejatuhan dengan cara-cara yang demokratis pula. Sekalipun mengandung intrik dan muslihat, secara harfiyah sudah memnuhi prosedur demokrasi.






