Frensia.id- Dinasti politik di daerah banyak terjadi di Indonesia. Banyak yang menganggap hal tersebut menciderai dan pelanggaran demokrasi.
Banyak anggapan, dinasti politik akan menyebabkan ketimpangan kehidupan ekonomi dan politik. Ternyata, ada yang mengungkap hal tersebut tak sepenuhnya benar.
Wimmy Haliim dan Andy Ilman Hakim, dua akademisi yang berasal Universitas Brawijaya menemukan sisi positif dari dinasti politik. Ia menjelaskan dalam riset yang telah diterbitkan pada Jurnal Politik Profetik pada tahun 2020 lalu.
Menurut keduanya, praktik dinasti politik memang seringkali diidentikkan dengan kinerja birokrasi yang cenderung dipandang negatif oleh masyarakat. Namun, fenomena dinasti politik keluarga Sutrisno di Kabupaten Kediri menunjukkan adanya anomali dalam persepsi umum tersebut.
Meskipun dinasti politik kerap dianggap mereduksi kualitas pelayanan dan program pemerintah, kenyataannya tidak demikian. Saat keduanya meneliti dinasti keluarga Sutrisno di pemerintah daerah Kediri, tidak sebagainana asumsi umumnya.
Sutrisno berhasil mempertahankan kinerja birokrasi yang efektif di berbagai sektor. Tidak heran, jika keluarganya pun turut memiliki pengaruh besar di masyarakat Kediri, termasuk ketiga istrinya.
Kinerja Dinasti politik Kediri, terutama terlihat dalam implementasi program-program publik dan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu indikator positif dari kinerja birokrasi di bawah kendali dinasti politik keluarga Sutrisno adalah tingginya tingkat kepuasan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Di sektor kesehatan, pemerintah daerah memberikan prioritas tinggi pada pelayanan kesehatan dasar, dengan Puskesmas sebagai garda terdepan yang menyediakan fasilitas lengkap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Upaya ini dinilai berhasil meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang layak.
Di bidang pendidikan, pemerintahan Kabupaten Kediri di bawah dinasti Sutrisno juga berfokus pada pemerataan kesempatan belajar bagi warga kurang mampu. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pemberian beasiswa kepada siswa berprestasi dan kurang mampu, yang didukung oleh kerja sama dengan berbagai organisasi donor.
Langkah ini membantu meningkatkan partisipasi pendidikan dan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Sementara itu, di sektor ekonomi, Kabupaten Kediri menunjukkan pertumbuhan yang berada di atas rata-rata nasional. Pemerintah daerah telah meluncurkan berbagai program yang langsung menyasar masyarakat kelas bawah, memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian lokal.
Faktor inilah yang menjadikan masyarakat lebih puas terhadap kinerja pemerintahan, meskipun diwarnai dengan praktik dinasti politik.
Keberhasilan ini juga tak lepas dari pengaruh kuat dinasti politik keluarga sang Bupati. Keluarganya tidak hanya memiliki kendali politik tetapi juga jaringan sosial yang luas.
Jaringan ini membantu memperkuat basis dukungan masyarakat terhadap berbagai program kerja pemerintah, sehingga keberadaan dinasti politik tidak selalu berdampak buruk. Namun ternyata mampu menciptakan stabilitas dan kepercayaan terhadap birokrasi yang berjalan. (*)