Frensia.id- Muslimat Nahdlatul Ulama’ merupakan organisasi otonom emak-emak yang sangat besar. Memiliki cabang di seluruh wilayah di Indonesia. Mereka telah diriset dan dinyatakan memiliki kapasitas pengembangan toleransi di Indonesia.
Umma Farida, seorang akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus ini menulis menyusun penelitian yang fokus pada peran emak-emak yang bergabung dalam Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Tengah. Temuannya telah diterbitkan dalam Palastren, tahun 2018.
Risetnya berupaya mengkaji peran krusial organisasi massa (ormas) perempuan dalam menciptakan dan mempertahankan perdamaian, yang sering kali kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Menurutnya, pada umumnya, ormas perempuan hanya dianggap sebagai bagian otonom yang dianggap hanya memfasilitasi saja.
Padahal, aksi, kontribusi, dan perjuangan mereka sebenarnya memberikan dampak yang signifikan. Apalagi yang berurusan dalam membangun kerukunan di antara umat beragama di dalam komunitas mereka sendiri.
Pada intinya temuan Umma ini mengungkap bahwa PW Muslimat NU Jawa Tengah merupakan salah satu ormas perempuan yang memberikan perhatian besar terhadap upaya perdamaian di Jawa Tengah. Terutama yang berhubungan dengan tindakan yang terjadi karena lemahnya toleransi.
Riset Ummah ini mematri peran organisasi ini selama dua tahun pertama masa bakti 2016-2018. Ia menyatakan bahwa PW Muslimat NU Jawa Tengah telah melaksanakan berbagai inisiatif perdamaian melalui model dialog komunitas dan dialog kehidupan.
Inisiatif-inisiatif ini dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk utama, pertama, ada upaya yang dilakukan guna pengembangan kapasitas (capacity building) di kalangan pengurus dan anggota PW Muslimat NU Jawa Tengah. Hal demikian menekankan pada terbentuknya sikap moderat dalam beragama.
Kedua, juga disebutkan ada upaya pembangunan harmonisasi. Yang demikian terjadi di dalam organisasi maupun antarumat beragama dengan bekerja sama.
Bahkan juga ada yang terjadi melalui kesepakatan dengan lembaga pemerintah serta organisasi keagamaan lainnya. Seluruh upaya yang dilakukan dianggap Ummah sebagai usahauntuk menghindari monopoli kebenaran dan mengembangkan sikap toleransi.
Dengan demikian, risetnya telah berhasil membenarkan bahwa ormas perempuan, sepeti PW Muslimat Jawa Tengah ini memang memegang peran yang sangat penting. Utamanya dalam menciptakan perdamaian dan kerukunan, yang seharusnya mendapatkan pngakuan dan apresiasi lebih besar dari masyarakat luas.