Frensia.id – Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Federasi Rusia, menuding rezim Ukraina mengembangkan bom, ia juga menyindir rencana kemenangan Kiev.
Pernyataan Dmitry Medvedev ini kembali memicu perdebatan panas dengan unggahan terbarunya di saluran Telegram pribadinya pada tanggal 18 Oktober 2024.
Medvedev menuduh Ukraina, yang dia sebut sebagai rezim Nazi Bandera, sedang berusaha mengembangkan senjata nuklir berupa bom kotor.
Tuduhan ini memperkuat ketegangan yang terus membara antara kedua negara yang sejak 2022 terlibat konflik berkepanjangan.
Dalam pesannya, Medvedev menyebut bahwa Ukraina sudah memiliki semua yang dibutuhkan untuk membuat bom kotor tersebut.
“Mereka memiliki bahan mentah, teknologi, dan spesialis. Bahkan laboratorium era Soviet mana pun akan cukup untuk memproduksi muatan berdaya rendah,” ungkapnya pada 18/10/2024.
Pernyataan tersebut mengindikasikan kekhawatiran serius mengenai kemungkinan penggunaan senjata nuklir dalam konflik ini.
Bom kotor yang dimaksud merujuk pada jenis senjata nuklir yang mencemari lingkungan dengan bahan radioaktif, namun tidak memiliki daya ledak sebesar bom nuklir konvensional.
Di tengah kekhawatiran yang terus meningkat di dunia internasional tentang perkembangan situasi di Ukraina, Medvedev juga memberikan sindiran tajam terhadap apa yang disebutnya sebagai rencana kemenangan Nazi Kiev.
Ia menganggap bahwa rencana kemenangan yang dipopulerkan Ukraina tidak lebih dari “rencana” dalam arti harfiah, yaitu merujuk pada bahasa gaul untuk mariyuana, hashish, dan zat psikotropika lainnya.
“Seluruh dunia menunggu untuk melihat apa yang akan dimasukkan dalam rencana kemenangan Nazi Kiev yang terkenal kejam. Itu bukan rencana kemenangan, melainkan sekadar rencana untuk kemenangan. Rencananya terungkap!” tambah Medvedev, dengan bahasa sarkas.
Ia pun menyebut bahwa para pendukung Ukraina dari luar negeri telah memberi perintah kepada sekutunya di Kiev untuk lebih berhati-hati dan beralih dari kokain ke ganja.
Pernyataan Medvedev ini menambah ketegangan retorika antara Rusia dan Ukraina, serta memperkuat narasi pemerintah Rusia yang secara konsisten menyebut rezim Ukraina sebagai Nazi.
Tuduhan ini juga dipandang sebagai langkah strategis untuk membangun persepsi publik, baik di dalam negeri Rusia maupun di panggung internasional, tentang bahaya yang ditimbulkan oleh pemerintah Ukraina.
Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak Ukraina belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan Medvedev mengenai pengembangan senjata nuklir maupun sindirannya tentang rencana kemenangan Kiev.