Dmitry Polyanskiy Kritik Keras Peran AS dalam Krisis Global di PBB

Jumat, 27 September 2024 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar Dmitry Polyanskiy Deputi Pertama Wakil Tetap Rusia untuk PBB sumber edit by Frensia

Ilustrasi gambar Dmitry Polyanskiy Deputi Pertama Wakil Tetap Rusia untuk PBB sumber edit by Frensia

Frensia.id – Dmitry Polyanskiy, Deputi Pertama Wakil Tetap Rusia untuk PBB, mengkritik dengan keras tentang peran Amerika Serikat (AS) dalam krisis Global di forum Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Polyanskiy menyampaikan pandangannya mengenai krisis eksistensial yang dihadapi umat manusia akibat perang proksi yang dilakukan oleh negara-negara Barat, terutama AS, terhadap Rusia di Ukraina.

Pernyataan yang disampaikan Dmitry Polyanskiy sebagaimana dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB yang diadakan di New York pada tanggal 25 September 2024.

Polyanskiy mengkritik keras tindakan AS dan sekutunya yang, menurutnya, telah kehilangan arah dalam memahami potensi bencana global yang bisa ditimbulkan oleh konflik berkelanjutan antara pemain kunci internasional.

Baca Juga :  Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin

“Negara-negara Barat, di bawah kepemimpinan AS, tampaknya terhanyut dalam konflik dengan Rusia sehingga mengabaikan risiko eskalasi global yang tidak terkendali,” ujar Polyanskiy pada tanggal 25/09/2024.

Menurut Polyanskiy, para elit Barat masih terjebak dalam sistem hubungan internasional Yalta-Potsdam yang sudah usang, yang muncul pasca Perang Dunia II.

Selain itu, Polyanskiy menyebut para elit Barat juga telah meninggalkan prinsip-prinsip realpolitik yang seharusnya mengutamakan kepentingan nasional dan keamanan yang tidak dapat dibagi.

“Realpolitik berarti penguatan keamanan satu negara tidak boleh mengorbankan keamanan negara lain. Namun, ini telah diabaikan dengan ekspansi NATO yang tak terkendali,” tegasnya.

Lebih lanjut, Polyanskiy mengkritik AS yang menurutnya telah nyaris menghancurkan sistem ‘pemeriksaan dan keseimbangan’ global serta perjanjian-perjanjian mendasar dalam pengendalian senjata.

Baca Juga :  Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

“Washington dan para satelitnya telah menggerogoti dasar-dasar keamanan global yang selama ini telah membantu menjaga perdamaian dan stabilitas,” lanjut Polyanskiy.

Dmitry Polyanskiy juga menyinggung tentang tuduhan AS yang ia anggap tidak berdasar terhadap Rusia dalam konteks pengendalian senjata, seraya menegaskan bahwa Rusia selalu memperhatikan setiap langkah yang diambil oleh AS.

Penyataan Polyanskiy ini menambah panas diskusi dalam debat tersebut, yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai negara anggota PBB.

Isu keamanan global dan stabilitas internasional menjadi fokus utama dalam debat ini, mengingat kondisi geopolitik saat ini yang penuh ketegangan dan ketidakpastian.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan
Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 
Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin
Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan
Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas
Komentar Trump Soal DeepSeek: Alarm Peringatan bagi Dominasi Teknologi AS
Indonesia dan Malaysia Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis
Senator Rusia Ungkap Dugaan Pola Provokasi AS

Baca Lainnya

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:23 WIB

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Kamis, 20 Maret 2025 - 22:06 WIB

Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 

Selasa, 18 Februari 2025 - 05:34 WIB

Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin

Jumat, 31 Januari 2025 - 23:25 WIB

Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan

Kamis, 30 Januari 2025 - 13:48 WIB

Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB