Frensia.id – Demi merealisasikan tugasnya, dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggota, DWP Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar talk show kesehatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) pada Jumat, 20 Juni 2024.
Bertajuk “Life After Forthy: Tetap Sehat dan Bahagia Selama Masa Menopause”, talkshow ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni dr. Dwi Ayu Astari Paramitha dan psikolog Nurhasanah. Keduanya memberikan wawasan mendalam mengenai kesehatan dan kebahagiaan selama masa menopause.
Dalam Sambutannya, Ketua DWP UIN KHAS Jember, Luluk Sulthoniyah Hepni menyatakan bahwa talk show ini merupakan bagian dari upaya DWP untuk membekali perempuan, khususnya anggota DWP, dengan pengetahuan mengenai perawatan kesehatan fisik, psikologis, dan produktivitas kerja setelah memasuki usia 40 tahun.
Menurut istri dari Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni ini setelah memasuki usia 40 tahun, perempuan umumnya akan mengalami perubahan signifikan, terutama terkait menopause, “Perubahan fisik ini sangat memengaruhi keseimbangan emosional,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran seorang istri dalam mendukung tugas suami yang berprofesi sebagai ASN.
“Jika gagal dalam mengelola emosi, ini bisa berdampak buruk pada kualitas kerja suami dan pelayanan publik,” ucapnya di depan jajaran DWP dan Dekanat FEBI.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni menyatakan keharmonisan rumah tangga dan keseimbangan emosional merupakan kunci bagi kesehatan dan kebahagiaan.
Prof. Hepni mengatakan hal tersebut berdasar pada do’a Nabi Ibrahim yang diabadikan dalam al-Qur’an.
“Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun waj’alna lil muttaqina imama,” yang artinya, “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”, urainya saat memberikan sambutan.
Menurut Prof. Hepni, doa ini bukan hanya permohonan kesalehan semata, tetapi juga resep untuk menjaga kesehatan dan keharmonisan rumah tangga. “Kalimat ‘Qurrota A’yun’ adalah nikmat dari Allah agar pasangan saling membahagiakan,” jelasnya.
Selain itu, Prof. Hepni berharap agar doa tersebut selalu diamalkan untuk meraih kebahagiaan rumah tangga yang kentara bermuara pada kesehatan. “Menurut saya, amalan Nabi Ibrahim AS ini adalah dasar kebahagiaan dalam rumah tangga, dengan demikian sudah tentu baik bagi kesehatan,” pungkasnya.