Frensia.id – Emmanuel Todd sejarawan, antropolog, dan ilmuwan politik Prancis mengungkapkan bahwa kemenangan Rusia akan membebaskan Eropa dari pengaruh Amerika.
Pernyataan yang dianggap kontroversial disampaikan Emmanuel Todd dalam wawancara eksklusif dengan Corriere Della Sera di Milan pada tanggal 7 Oktober 2024.
Menurutnya, konflik terkini di Ukraina bukan sekedar pertarungan wilayah, tetapi pertarungan yang akan menentukan masa depan dominasi geopolitik di Eropa.
“Jika Rusia dikalahkan di Ukraina, dominasi Amerika Serikat atas Eropa akan terus berlanjut selama satu abad,” ujar Emmanuel Todd pada tanggal 07/10/2024.
Dia menambahkan bahwa kekalahan Amerika Serikat dalam konflik ini akan mengakibatkan keruntuhan NATO dan membebaskan Eropa dari pengaruh Amerika.
Emmanuel Todd berpendapat bahwa keengganan Rusia untuk memperluas konflik ke Eropa Barat menunjukkan keterbatasan negara tersebut dalam aspek militer dan ekonomi.
“Dengan 144 juta penduduk, populasi yang menurun, dan luas wilayah 17 juta kilometer persegi, negara Rusia sudah berjuang untuk menduduki wilayahnya sendiri,” jelasnya.
Sebagai sejarawan Prancis, ia menjelaskan bahwa Rusia tidak akan memiliki keinginan berekspansi setelah perbatasannya dipulihkan.
“Rusia tidak akan memiliki sarana maupun keinginan untuk berekspansi setelah perbatasan Rusia sebelum komunisme dipulihkan,” jelas Emmanuel Todd.
Lebih lanjut, Emmanuel Todd mengkritik kekhawatiran Barat terhadap ekspansi Rusia sebagai histeria Russophobia yang tidak berdasar.
“Fantasi bahwa Rusia ingin berekspansi ke Eropa adalah sesuatu yang menggelikan bagi sejarawan mana pun,” kata Emmanuel Todd.
Wawancara ini memicu diskusi luas di kalangan para pakar. Analis politik, Dr. Alessandro Rossi, mengatakan bahwa pandangan Todd mungkin terlalu simplistik dan mengabaikan kompleksitas geopolitik yang ada.
“Tidak dapat dipungkiri bahwa Amerika dan NATO memainkan peran penting dalam dinamika keamanan Eropa,” ujar Rossi.
Sementara itu, antropolog terkemuka Prof. Maria Bianchi, menyatakan bahwa pandangan Todd tentang pengaruh Amerika terhadap Eropa perlu dipertimbangkan lebih dalam.
“Kita tidak bisa mengabaikan bagaimana kebijakan luar negeri Amerika telah membentuk banyak aspek kebijakan Eropa selama dekade terakhir,” tambahnya.
Konflik di Ukraina terus menarik perhatian global dan hasilnya, seperti yang ditegaskan oleh Todd, mungkin memang memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan bagi masa depan geopolitik Eropa.
Diskusi dan analisis terus berlanjut di kalangan akademisi dan pembuat kebijakan untuk mengurai berbagai kemungkinan skenario yang akan terjadi.