Frensia.id – Bondowoso membuktikan diri unggul dibanding Jember dalam hal partisipasi politik. Tingkat keikutsertaan masyarakat Bondowoso mencapai 75 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan Jember yang hanya berada di angka 57 persen.
Hal ini diungkapkan oleh Faiq Al Himam, anggota peneliti dari Frensia Institute, yang menyatakan bahwa tingginya partisipasi masyarakat Bondowoso mencerminkan kesadaran politik yang lebih baik.
“Angka partisipasinya luar biasa, mencapai 75 persen. Ini jauh lebih baik daripada Jember,” ujar Faiq saat ditemui.
Pada Pilkada terakhir, meskipun partisipasi Bondowoso sedikit menurun dari angka 87 persen pada pemilu sebelumnya, capaian ini tetap berada di atas rata-rata nasional.
Berdasarkan data resmi, dari 601.133 Daftar Pemilih Tetap (DPT), sebanyak 449.046 masyarakat Bondowoso memberikan hak pilihnya.
“Kalau dibandingkan dengan angka sebelumnya memang ada penurunan, tetapi 75 persen ini masih setara dengan rata-rata nasional,” jelasnya.
Sebaliknya, Jember mencatat partisipasi yang jauh di bawah rata-rata nasional. Dari total 1.955.219 DPT, hanya 57 persen pemilih yang berpartisipasi.
Faiq menilai rendahnya partisipasi Jember menjadi perhatian serius karena persentase tersebut menunjukkan adanya tantangan besar dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat.
“Secara angka, pemilih di Jember memang lebih banyak. Tetapi dalam persentase, partisipasi sangat rendah. Ini perlu kajian lebih lanjut,” tambah Faiq, yang berasal dari Jenggawah, Jember.
Peneliti dari Frensia Institute ini juga menggarisbawahi pentingnya analisis lebih mendalam untuk mengidentifikasi penyebab tingginya tingkat golput di Jember dibandingkan Bondowoso.
Ia menyebutkan beberapa faktor potensial seperti kinerja pemerintah, mekanisme penyelenggaraan pemilu, tingkat pendidikan masyarakat, hingga daya tarik calon yang maju sebagai pemimpin.
“Kami akan terus menggali dan menganalisis apa yang memengaruhi kesadaran politik ini. Semua faktor, mulai dari pendidikan hingga kualitas calon, perlu dikaji lebih lanjut,” tutupnya.
Dengan hasil ini, Bondowoso menjadi salah satu daerah yang patut menjadi contoh dalam hal partisipasi politik, meskipun jumlah pemilihnya lebih kecil dibandingkan Jember.
Frensia Institute berharap temuan ini dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas partisipasi politik di daerah lain, termasuk Jember.