Frensia.id- Hadiri apel dalam sebuah apel gelar pasukan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Senin (14/10/2024), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima penghargaan bergengsi berupa Medali Kehormatan Loka Praja Samrakshana dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Medali tersebut diserahkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besar Jokowi dalam mendukung upaya Polri dalam menjalankan tugas-tugas pokoknya, yaitu melindungi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum dengan lebih optimal.
Dalam pidatonya, Kapolri menekankan bahwa penghargaan ini bukan sekadar bentuk penghormatan, tetapi juga pengakuan terhadap peran penting Jokowi selama masa kepemimpinannya, yang dinilai telah memberikan dampak signifikan bagi profesionalisme Polri.
“Medali ini kami persembahkan sebagai simbol dedikasi Bapak Presiden terhadap pengembangan Polri, yang semakin menguatkan semangat kami dalam menjalankan tugas melindungi masyarakat dengan lebih baik,” ujar Kapolri sebagaiaman dilansir dari Jurnalpolisi.co.id.
Selain medali, Jokowi juga diberi gelar Warga Kehormatan Utama Korps Brimob. Kapolri menjelaskan bahwa pengangkatan ini merupakan tradisi Korps Brimob yang didasarkan pada jasa-jasa luar biasa Jokowi dalam mendukung institusi tersebut, khususnya terkait upaya pengembangan Korps Brimob Polri.
Penghargaan ini sesuai dengan Keputusan Dankorbrimob Nomor Kep/114/IX/2019 tentang Tradisi Brimob, yang memberikan pengakuan kehormatan kepada tokoh yang berperan penting dalam penguatan institusi kepolisian.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga memberikan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti kepada tujuh satuan kerja (Satker) Polri. Penghargaan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 138/TK Tahun 2024 dan diberikan kepada satuan-satuan yang dinilai telah berjasa luar biasa dalam tugas-tugas kepolisian yang memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat.
Satker yang menerima tanda kehormatan tersebut meliputi Bareskrim Polri, Baharkam Polri, Korbrimob Polri, Divhubinter Polri, Korlantas Polri, Densus 88 Antiteror Polri, serta Pusdokkes Polri.
Selain itu, juga diinformasikan bahwa Jokowi dalam acara tersebut hadir bersama Prabowo Subianto. Apel pengamanan ini melibatkan 8.179 personel dari berbagai satuan, mencakup pasukan utama, cadangan, serta personel pendukung, yang dikerahkan untuk memastikan proses pengambilan sumpah Presiden dan Wakil Presiden berjalan aman dan tertib.
Pasukan ini merupakan kombinasi dari berbagai elemen keamanan yang telah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran acara. Di sepanjang jalur, sejumlah kendaraan taktis juga ditampilkan sebagai bagian dari kekuatan pengamanan yang diterjunkan.
Selain personel, apel ini dihadiri oleh 367 tamu undangan, termasuk pejabat tinggi Polri, sembilan menteri kabinet, para mantan Kapolri, dan perwakilan TNI. Kehadiran mereka menandakan pentingnya kerja sama antar lembaga untuk menjaga stabilitas dan keamanan negara, terutama pada saat-saat penting seperti pengambilan sumpah kepala negara.