Frensia.id- Ketua Umam PP Muhammadiyah, Haedar Nasir, mempertanyakan komitmen KeMuhammadiyaan Kader dan Pengurus. Tampak, hal tersebut sebagai respon ramainya pembahasan Warganet tentang organisasinya jagat media X.
Haedar Nasir akhirnya juga angkat suara pada masalah pro kontra tanggapan masyarakat pada Muhammadiyah.
Pada intinya, ia meminta agar kritik juga dilihat secara kritis. Demikian cara berkomitmen dan berkesadaran KeMuhammadiyaan.
Baginya, setiap orang boleh memberikan kritik pada ormas atau organisasi lain.
Jika kritiknya baik atau objektif, dapat menjadi gizi bagi organisasi. Hal demikian dianggapnya dapat mengantarkan Muhammadiyah pada pencapaian kemajuan.
Untuk itu, ia meminta kader dan pengurus Muhammadiyah lebih kritis menanggapi wacana yang beredar.
“Jangan asal posting serta dengan mudah menyetujui dan menyebarluaskan kritik iti tanpa tanpa sikap kritis dan pembelaan“, tuturnya dalam postingan Akun resmi @muhammadiyah.
Menurutnya, tak semua kritik baik. Kadang mengandung unsur kepentingan dan provokasi. Akibatnya, jauh dari standar objektivitas.
Sarannya, Parda kader perlu memperjuangkan Muhammadiyah dengan cara-cara yang baik. Mememerlukan ketulusan, nalar cendekia, dan tidak dipengaruhi kepentingan pokitik.
Diakhir poster yang diposting, ia mempertanyakan, “Dimana kader kemuhammadiannya?”.