Hati-Hati Korupsi Pra Pemilu! Peneliti Kemendagri Pernah Kaji dan Rekomendasikan Revolusi Aturan

Thursday, 21 November 2024 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Hati-Hati Korupsi Pra Pemilu! Peneliti Kemendagri Pernah Kaji dan Rekomendasikan Revolusi Aturan (Sumber: Canva/Frensia)

Gambar Hati-Hati Korupsi Pra Pemilu! Peneliti Kemendagri Pernah Kaji dan Rekomendasikan Revolusi Aturan (Sumber: Canva/Frensia)

Frensia.id – Hati-hari Korupsi Pra Pemilu marah terjadi di Indonesia. Peneliti yang berafiliasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Muhammad Ali Nur Sidiq dan Mutia Wahyuni, mengupas fenomena merajalela dan lumrah terjadi menjelang pemilu di Indonesia.

Dalam studinya, mereka menyimpulkan bahwa korupsi menjelang pemilu tidak hanya mencederai demokrasi tetapi juga menggerogoti kualitas pelayanan publik dan regulasi pemerintah. Rekomendasi utama dari penelitian ini adalah perlunya revolusi sistem pemilu sebagai langkah mendesak untuk memutus rantai korupsi yang terus mengakar.

Penelitian yang dipublikasikan di Bestuurskunde: Journal of Governmental Studies tahun ini, 2024, menyoroti tingginya biaya logistik yang menjadi salah satu pemicu utama korupsi politik, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.

Fenomena “Mega Korupsi Nasional,” istilah yang digunakan oleh peneliti untuk menggambarkan korupsi besar-besaran yang terjadi sebelum pemilu, menjadi tren yang terus berulang setiap lima tahun sekali. Dengan menggunakan metode analisis canggih seperti Analisis Data Eksploratori dan Model Koreksi Kesalahan Vektor (VECM), penelitian ini memprediksi tren korupsi serupa pada Pemilu 2024 dan 2029.

Penelitian ini mengungkap fakta bahwa demokrasi di Indonesia cenderung berjalan seiring dengan korupsi, baik dalam skala kecil maupun besar. Para kandidat, partai politik, dan bahkan lembaga penyelenggara pemilu sering kali terlibat dalam praktik-praktik korupsi untuk memenangkan suara.

Baca Juga :  Bupati Fawait Sebut Perputaran Ekonomi Harus Terjadi di Desa untuk Tekan Angka Kemiskinan di Jember

Misalnya, alokasi dana kampanye yang tidak transparan atau penyalahgunaan anggaran negara untuk kepentingan politik menjadi pola umum. Dalam pandangan para peneliti, korupsi politik telah menjadi bagian dari ekosistem politik Indonesia. Tanpa perubahan signifikan, pola ini akan terus membayangi pemilu di Indonesia.

Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa dampak buruk korupsi pra-pemilu tidak hanya berhenti pada periode pemilu, tetapi berlanjut hingga lebih dari dua dekade. Buruknya tata kelola pemerintahan akibat hasil pemilu yang tercemar korupsi berdampak langsung pada menurunnya kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Studi ini mengidentifikasi beberapa akar masalah korupsi politik di Indonesia. Biaya logistik yang tinggi dalam pemilu terbuka menjadi salah satu penyebab utama. Kandidat kerap mengandalkan pendanaan dari pihak-pihak berkepentingan yang kemudian menciptakan konflik kepentingan di masa depan.

Selain itu, regulasi dana kampanye yang lemah memungkinkan praktik politik uang berlangsung secara masif. Pada saat yang sama, penegakan hukum terhadap korupsi politik menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga intervensi politik.

Dari hasil simulasi yang dilakukan, guncangan korupsi pra-pemilu terbukti memberikan efek negatif terhadap kualitas pemerintahan terpilih selama lebih dari dua dekade.

Hal ini mencerminkan bagaimana korupsi menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus. Akhirnya, tentu tak pernah ada pemerintahan yang bersih lahir dari proses yang kotor. Korupsi pra-pemilu adalah ancaman nyata bagi keberlanjutan demokrasi di Indonesia,” ungkap Mutia Wahyuni.

Baca Juga :  Jember Sering Terkepung Banjir, Bupati Fawait Bentuk Satgas Infrastruktur-Tata Ruang

Peneliti menyarankan serangkaian langkah untuk mengatasi masalah ini. Pertama, penguatan lembaga penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepolisian, dan kejaksaan menjadi prioritas utama. Mereka perlu dilengkapi dengan sumber daya dan independensi yang memadai untuk menangani kasus korupsi tanpa tekanan politik.

Kedua, reformasi sistem pemilu harus dilakukan, termasuk mempertimbangkan subsidi pendanaan kampanye guna mengurangi ketergantungan kandidat pada donatur.

Ketiga, revisi regulasi dana kampanye sangat penting untuk menutup celah yang memungkinkan politik uang terjadi, misalnya dengan membatasi jumlah sumbangan dan meningkatkan transparansi penggunaannya.

Pemerintah dan DPR diharapkan segera merespons rekomendasi ini dengan tindakan nyata. Revolusi aturan pemilu harus menjadi prioritas, terutama menjelang Pemilu 2024. Tanpa langkah konkret, Indonesia akan terus berada dalam bayang-bayang korupsi politik yang mengancam demokrasi dan kesejahteraan masyarakat.

Penelitian ini menggarisbawahi bahwa demokrasi bukan sekadar soal memilih pemimpin, melainkan menciptakan sistem yang bersih, adil, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Korupsi pra-pemilu adalah musuh bersama yang harus diberantas dengan reformasi yang menyeluruh.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Gugatan Wabup Jember Djoko Susanto ke Bupati Fawait Kandas
Menag Dilaporkan ke KPK Terkait Naik Jet Pribadi, Tak Ada Pelanggaran
Gandeng Pusat, Pemkab Jember Prioritaskan Perbaikan 50 Bendung dan Revitalisasi Pasar Tanjung
Atasi Macet, Bupati Fawait dan Menteri PU Dody Sepakati Pembangunan Flyover di Jember
Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Bakal Tertibkan Perumahan Pelanggar Bantaran Sungai
Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait
Tim Pemprov Jatim Tinjau Kerusakan Infrastruktur Pasca-Banjir di Jember Pagi Ini
Kerja Senyap Bupati Jember Atasi Bencana, Tim Pemprov Jatim Langsung Tinjau Infrastruktur Rusak

Baca Lainnya

Monday, 23 February 2026 - 22:06 WIB

Menag Dilaporkan ke KPK Terkait Naik Jet Pribadi, Tak Ada Pelanggaran

Sunday, 22 February 2026 - 14:00 WIB

Gandeng Pusat, Pemkab Jember Prioritaskan Perbaikan 50 Bendung dan Revitalisasi Pasar Tanjung

Sunday, 22 February 2026 - 13:50 WIB

Atasi Macet, Bupati Fawait dan Menteri PU Dody Sepakati Pembangunan Flyover di Jember

Saturday, 21 February 2026 - 23:00 WIB

Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Bakal Tertibkan Perumahan Pelanggar Bantaran Sungai

Friday, 20 February 2026 - 18:50 WIB

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait

TERBARU

Mekkah Kota Kelahiran Nabi Muhammad SAW (Sumber: Pixabay)

Religia

Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat

Thursday, 26 Feb 2026 - 23:19 WIB