Frensia.id – Hari raya imlek tahun ini bertepatan pada tahun naga kayu dalam kalender lunisolar Tionghoa. Kalender lunisolar adalah perpaduan antara kalender lunar yang mengikuti fase bulan dengan kalender matahari yang mengikuti posisi matahari.
Secara histroris, hari raya imlek yang bertepatan dengan tahun naga dalam kalender lunisolar terjadi setiap 60 tahun sekali. Sebelum tahun 2024, tahun naga kayu terjadi terakhir pada tahun 1964.
Tahun naga pada tahun 1964, hari raya imlek belum dirayakan secara terang-terangan di Indonesia. Sebab perayaan hari keagamaan etnis Tionghoa baru dibebaskan pada tahun 2000 berdasarkan Kepres No. 6 tahun 2000 tentang agama, kepercayaan, dan adat istiadat Cina.
Selain perayaan imlek yang belum diperbolehkan dirayakan secara terang-terangan, pada tahun naga 1964 ada peristiwa menarik dalam perkembangan sejarah Indonesia yang perlu sobat frensi ketahui.
Peristiwa penting pada tahun naga kayu 1964 yang dimaksud adalah pengangkatan tokoh pahlwan nasional. Berikut tokoh pahlawan yang di dinobatkan menjadi pahlawan nasional di tahun naga 1964.
Cut Nyak Dhien
Cut Nyak Dhien merupakan pejuang tangguh yang mampu menghidupkan semangat pasukan pribumi disaat mengusir penjajah dalam perang Aceh melawan kolonial Belanda.
Sisi keberanian dan kepahlawanan Cut Nyak Dhien sama seperti ayahandanya yang juga berjuang dalam perang Aceh.
Berkat kegigihan dan perjuangannya, Cut Nyak Dhien dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh presiden Soekarno melalui Surat Keputusan (SK) Presiden Nomor 106 pada tahun 1964.
Cut Meutia
Cut Meutinah merupakan pahlawan tangguh dari Aceh yang berjuang bersama suaminya, Teuku Chik Tunong. Pasangan suami istri ini kompak menyusun taktik perang gerilya dan spionase untuk melawan penjajah.
Meski suaminya Teuku Chik Tunong meninggal karena dihukum mati Belanda, Ia tak kenal putus asa dan melanjutkan perjuangannya dengan Pang Nanggroe yang kemudian juga meningal.
berkat tak kenal putus asa dalam mengangkat senjata, Cut Meutia dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh presiden Soekarno melalui Surat Keputusan (SK) Presiden Nomor 107 pada tahun 1964.
R.A. Kartini
RA. Kartini pejuang emansipasi dan kesetaraan hak yang lahir di Kota Jepara. Ia diangkat menjadi pahlawan karena suara lantangnya memperjuangkan kesetaraan perempuan. Baik dari pendidikan, emansipasi, kesetaraan hak perempuan.
Kegigihan Raden Ajeng Kartini dalam menyuarakan hak perempuan, ia banyak menginspirasi kebangkitan gerakan perempuan di Indonesia. Sehingga ia resmi dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh presiden Soekarno melalui Surat Keputusan (SK) Presiden Nomor 108 pada tahun 1964.
KH. Wahid Hasyim
KH Wahid Hasyim merupakan putra dari Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, berkat peran dan kontribusinya sebagai salah satu anggota BPUPKI, ia ditetapkan menjadi pahlawan nasional.
KH Wahid Hasyim ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 24 Agustus 1964 melalui Surat Keputusan (SK) Presiden No. 206 Tahun 1964.
Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari
Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari merupakan ayahanda dari KH. Wahid Hasyim, berkat kegigihan beliau dalam mengusir penjajah dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan pasca Indonesia merdeka, Ia dinobatkan sebagai pahlawan nasional.
KH. Hasyim Asy’ari resmi dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional pada 17 November 1964 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Presiden No. 294 November 1964.
Demikianlah pahlawan nasional Indonesia yang dinobatkan pada tahun naga kayu 1964. Semoga momentum imlek yang bertepatan pada tahun naga kayu bisa menjadi refleksi sebagaimana pahlawan.