Frensia.id 23/01/2024. AI memproses informasi dengan kalkulasi “if so” dan “if not”. Misalnya, jika Anda menggunakan GPS dan mencari rute tercepat serta bebas hambatan untuk mencapai tujuan, mesin ini dapat segera mencari dan memproses banyak data. GPS akan “bertanya” pada sumber-sumber AI lain tentang data kepadatan lalu lintas, cuaca, perbaikan jalan yang dapat menghambat perjalanan Anda.
GPS kemudian akan membandingkan kondisi rute satu dengan rute lain sehingga menghasilkan rute dengan waktu tempuh tercepat. Tidak hanya mempermudah aktivitas sehari-hari, AI dapat membantu Anda menjalankan usaha.
Dikutip dari Katadata.co.id, tren penggunaan AI dalam dunia bisnis global cenderung meningkat. Survei McKinsey berjudul The State of AI in 2022 mengungkap bahwa dari 1.492 responden survei global, ada 50% responden yang sudah mengadopsi AI dalam minimal satu unit bisnis mereka.
Mayoritas menggunakan AI untuk mengoptimalkan kegiatan operasional. Selain itu, ada pula pemilik bisnis yang menggunakan AI untuk merancang produk baru, menganalisis customer service, melakukan segmentasi pelanggan, meningkatkan kualitas produk, hingga membuat prediksi bisnis. Bagaimana menggunakan AI untuk bisnis Anda? Sebagai ilustrasi, bayangkan jika Anda memiliki toko baju offline dan online.
Konsumen dapat membeli secara daring dari website Anda. Dalam kolom pencarian dalam website itu, Anda dapat mengajari bagaimana website Anda merespons jika ada konsumen yang melakukan pencarian dengan kata kunci tertentu dalam website Anda. Sebagai contoh, jika seseorang mengetik “gaun hitam” dalam kolom pencarian, Anda dapat mengajari website Anda mengeluarkan hasil pencarian model gaun-gaun hitam yang sedang tren atau banyak dikenakan artis.
Meski demikian, masih banyak pemilik usaha yang masih belum memahami dan belum mempercayai AI. Banyak pebisnis belum tahu bagaimana cara mengaplikasikan AI pada usaha mereka. Ada juga yang berpikir bahwa hanya perusahaan besar yang mampu membayar biaya penggunaan AI.