Irving Singer, Guru Besar Yang Banyak Mengurai Filsafat Cinta

Saturday, 14 September 2024 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Irving Singer, Guru Besar Yang Banyak Mengurai Filsafat Cinta (Sumber: Canva)

Gambar Irving Singer, Guru Besar Yang Banyak Mengurai Filsafat Cinta (Sumber: Canva)

Frensia.id- Buku hebat karya Irving Singer, dapat dikategorikan buku trilogi filsafat cinta yang peling lengkap. Ia berhasil membahas seluruh elemen konsep tentang cinta bagi manusia.

Irving Singer yang wafat pada 1 Februari 2015 adalah seorang filsuf Amerika yang meninggalkan jejak mendalam di dunia akademik dan kebudayaan. Selama 55 tahun, ia menjadi sosok yang tak tergantikan di Massachusetts Institute of Technology (MIT), sebuah institusi yang menghargai keterusterangan intelektual dan pencarian makna.

Singer lebih dari sekadar seorang pengajar, dia adalah seorang pemikir yang mendedikasikan hidupnya untuk menjelajahi kompleksitas eksistensi manusia. Ia sebenarnya, menulis lebih dari 20 buku.

Melalui karyanya, ia membentangkan jaring pemikirannya ke berbagai bidang, menghubungkan benang merah antara cinta, seksualitas, sinema, dan filsafat, terutama pemikiran George Santayana. Baginya, cinta bukan hanya emosi, tetapi kekuatan yang mampu membentuk dan memelihara kehidupan.

Dalam karyanya tentang sinema, Singer dengan piawai mengurai karya-karya sutradara legendaris seperti Ingmar Bergman dan Alfred Hitchcock. Ia tidak hanya mengamati film sebagai medium hiburan, tetapi sebagai cerminan jiwa manusia, tempat konflik, ketakutan, cinta, dan kerinduan disajikan dalam bentuk visual yang memukau.

Dalam karya-karya Bergman, Singer menemukan pencarian tak berujung terhadap makna dan Tuhan, sementara pada film-film Hitchcock, ia melihat permainan psikologis yang rumit antara rasa takut, moralitas, dan takdir. Setiap kata yang ditulisnya bukan hanya analisis dingin dari seorang intelektual, melainkan juga refleksi penuh rasa ingin tahu dan kekaguman pada kerumitan batin manusia.

Baca Juga :  UIN KHAS Lepas Kontingen PORSI JAWARA II 2026, 67 Atlet Siap Bertanding

Singer mampu menyatukan filsafat dan seni, menunjukkan bahwa di balik setiap konsep abstrak ada kisah yang hidup, dan di balik setiap karya seni ada makna yang mendalam. Hal paling fenomenal adalah karyanya tentang cinta. Dalam membahasnya, menulis buku tiga jilid. Semuanya membahas tentang seluk beluk cinta.

Dalam trilogi The Nature of Love, Singer mencoba memahami perkembangan historis cinta melalui lensa filsafat analitis yang terlatih dan kejelasan intelektual yang luar biasa. Ia tidak sekadar mengeksplorasi cinta sebagai konsep statis, tetapi melacak perubahannya melalui sejarah, menawarkan pembacaan yang mendalam dan nuansa dari berbagai tradisi dan filsuf. Pendekatan Singer mencerminkan pertemuan antara filsafat analitis yang kaku dan kedalaman spekulatif dari gagasan-gagasan seni, menghasilkan sebuah kajian yang tidak hanya tajam dalam analisisnya tetapi juga kaya akan pemahaman historis.

Dalam buku-buku ini, Singer mengungkapkan lintasan pemikirannya tentang cinta, yang dia akui masih terus berkembang. Sebagian karya ini merupakan rekapitulasi dari banyak tulisan yang telah diterbitkan sebelumnya, tetapi yang lebih penting, buku ini mencerminkan pencarian yang tiada akhir terhadap pemahaman yang lebih komprehensif tentang cinta. Singer memahami bahwa cinta—seperti topik agung lainnya—tidak mungkin diformulasikan dalam satu kerangka yang utuh dan lengkap.

Baca Juga :  Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas

Dengan nada yang lebih informal, kadang percakapan, Singer membahas berbagai aspek sejarah cinta: mulai dari cita-cita Platonis, cinta romantis yang berkembang di abad ke-19, hingga esensi gairah manusia. Ia juga mengkritisi konsep “penggabungan” dalam cinta, dan menyelidiki pemikiran tokoh-tokoh besar seperti Freud, Schopenhauer, Nietzsche, Dewey, Santayana, Sartre, serta filsuf lainnya. Selain itu, Singer menggali hubungan antara cinta dengan demokrasi, eksistensialisme, kreativitas, dan masa depan penyelidikan ilmiah.

Melalui kajiannya yang luas ini, Singer menggabungkan apa yang telah ia pelajari sebagai filsuf kontemporer dengan wawasannya terhadap tulisan-tulisan klasik, sambil tetap berusaha untuk mendorong batas-batas pemahaman lebih jauh.

Trilogi ini, seperti cinta itu sendiri, merupakan penjelajahan tanpa akhir, sebuah perjalanan filosofis yang terus merintis jalan baru dalam pemahaman manusia akan cinta dan eksistensi.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

8 Guru Besar UIN KHAS Jember Resmi Jadi Pendaftar Bakal Calon Rektor
Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor
Ketua IKA UIN KHAS Jember Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar
Prof Sahiron: Lebih Banyak Profesor di Kampus akan Bagus Akreditasinya
UIN KHAS Jember Kukuhkan 4 Guru Besar
UIN KHAS Jember Borong 7 Medali di Ajang PORSI JAWARA II 2026
UIN KHAS Jember Kirim Surat Keberatan dan Dugaan Kecurangan Panitia PORSI JAWARA II 2026
Penanggung Jawab UIN KHAS Jember Minta Lomba LKTI Diulang, Pengumuman Pemenang Catut Logo Kampus

Baca Lainnya

Friday, 18 September 2026 - 23:07 WIB

8 Guru Besar UIN KHAS Jember Resmi Jadi Pendaftar Bakal Calon Rektor

Friday, 18 September 2026 - 14:41 WIB

Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor

Friday, 18 September 2026 - 00:50 WIB

Prof Sahiron: Lebih Banyak Profesor di Kampus akan Bagus Akreditasinya

Thursday, 17 September 2026 - 19:23 WIB

UIN KHAS Jember Kukuhkan 4 Guru Besar

Saturday, 12 September 2026 - 21:12 WIB

UIN KHAS Jember Borong 7 Medali di Ajang PORSI JAWARA II 2026

TERBARU

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Humas UIN KHAS).

Educatia

Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor

Friday, 18 Sep 2026 - 14:41 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading