Joko Pinurbo Wafat, Tinggalkan 5 Karya Hebat

Sabtu, 27 April 2024 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Joko Pinurbo Wafat Tinggalkan Karya Hebat (Sumber: Freepik)

Ilustrasi Joko Pinurbo Wafat Tinggalkan Karya Hebat (Sumber: Freepik)

Frensia.id-  Penyair hebat dari Yogyakarta, Joko Pinurbo, atau yang akrab disapa Jokpin, telah wafat pada hari Sabtu (27/4/2024). Saat ini penggumnya hanya dapat membaca karya-karya hebatnya.

Tentu, kehilangan sosoknya meninggalkan kesedihan mendalam bagi komunitas seni dan sastra Indonesia. Ratusan bahkan ribuan ucapan belasungkawa mengalir melalui media sosial, mencerminkan pengaruh besar yang dimiliki oleh karya-karya dan kepribadian Jokpin dalam kehidupan banyak orang.

Salah satu seniman terkenal Yogyakarta, Butet Kartaredjasa, dengan hati yang berat membagikan status singkat “Sumangga Gusti (Jokpin)” yang menggambarkan perasaan kehilangan yang mendalam.

Ungkapan dukanya juga disusul oleh rekan sejawatnya, Sanjaya Kus Indarto, yang turut menyampaikan belasungkawa.

Selain manyampaikan belasungkawa, tentu mereka yang merasa kehilangan adalah orang kagum pada beberapa karayanya. Ke depannya, hanya akan dapat membaca karya-karya yang ditingglkan.

Untuk itu, Frensia.id berupaya mensinopsikan 5 judul buku karya hebat Jokpin berikut ini:

1. Kabar Sukacinta

Salah satu puisi dalam buku ini berbunyi,

Tuhan, saya ingin meralat doa-doa yang pernah saya panjatkan. Doa saya banyak yang gombal: lamis, basa-basi dan caper. Namun, jika doa-doa saya diedit dan dikoreksi, jangan-jangan yang tersisa hanya Amin.

Pada halaman-halaman buku puisi Kabar Sukacinta ini, tersirat sebuah dunia yang memperlihatkan cerminan hidup masyarakat Indonesia. Dari sorotan satire yang tajam, Jokpin mengangkat tema-tema yang menjadi pilar kehidupan sosial, seperti keberagaman budaya, dinamika keluarga, hingga momen-momen sakral seperti puasa dan lebaran.

Setiap bait puisi menjadi sebuah jendela ke dalam kehidupan sehari-hari. Diwarnai dengan sentuhan kebahagiaan dan kasih sayang yang mewarnai kehidupan kita.

Sedikitnya, terpampang kumpulan puisi yang berisi 80 halaman penuh makna. Setiap halaman mengajak pembaca untuk merenung dan menghayati keindahan serta kerumitan kehidupan melalui kata-kata yang sederhana namun sarat dengan kedalaman.

Bagi para pecinta puisi, buku ini adalah sebuah permata yang patut dijaga. Banyak terdapat permainan kata dan majas-majas yang memukau, mengundang pembaca untuk terus merenung dan menghayati setiap makna yang tersirat.

2. Malam Ini Aku akan Tidur di Matamu

Salah satu potongan puisinya, berikut ini,

Gadis kecil jalan seorang dengan payung hitam. Tangannya gemetar. Menjinjing bulan dalam keranjang.

Buku ini memiliki total 136 halaman. Karya ini hadir sebagai penjelmaan dari perjalanan panjang sang penyair.

Baca Juga :  Akademisi UNESA Teliti Kasus Nenek Asyani, Dorong Perbaikan Hukum di Indonesia

Meskipun terbit pada tahun 2016, namun sebagian besar puisi yang terdapat di dalamnya telah tercipta jauh sebelumnya. Dijelaskan telah tertulis dari masa-masa  di era 1980-an hingga awal tahun 2010-an.

Sebagian dari karya-karya puisi tersebut telah menjadi bagian dari buku lain yang berjudul “Selamat Menunaikan Ibadah Puisi“.

“Malam ini Aku Akan Tidur di Matamu” adalah sebuah judul yang menarik dan misterius, mengundang pembaca untuk membenamkan diri dalam keindahan dan misteri yang tersirat di dalamnya.

Dalam setiap halaman, buku ini mengangkat kisah-kisah sederhana dalam kehidupan sehari-hari kita, mulai dari cerita yang lucu hingga yang mengharukan.

Selain itu, bahasa yang digunakan dalam setiap bait puisi dalam buku ini juga mudah dipahami. Namun tetap memiliki kedalaman yang memukau, seperti sebuah permainan kata-kata yang memikat hati pembaca.

3. Sepotong Hati Di Angkringan

Berikut salah satu puisinya,

Ia menyambung hatinya yang patahdengan hati ibunya yang pernah pecah. Ia mengobati matanya yang perihdengan air mata ibunya yang jernih.

Dalam kisah puisi yang terangkai dalam sebuah buku tipis berjudul “Sepotong Hati di Angkringan”, Jokpin membawa pembaca ke dalam pengalaman yang mendalam di tempat yang seakan menjadi pelarian dari keramaian dunia, yaitu angkringan.

Meskipun hanya memiliki 80 halaman, namun di dalamnya tersimpan 48 puisi. Terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama menghadirkan 33 puisi, sementara bagian kedua memuat 15 puisi.

Angkringan, menurut Jokpin, bukan hanya sebuah tempat fisik, melainkan juga simbol dari kesunyian yang dapat memberikan kedamaian bagi hati yang terluka. Terlebih, lagi saat kita merasa tersakiti dan terisolasi.

Seperti buku-buku puisi karya Jokpin yang lain, karya ini juga mengandung unsur-unsur ironi, humor, dan narasi yang memikat. Tidak hanya itu, beberapa puisi dalam buku ini juga menyentuh tema-tema yang berkaitan dengan masa pandemik COVID-19.

Meskipun tipis, namun buku ini mampu menembus kedalaman hati pembaca dengan setiap bait puisinya.

Baca Juga :  Percaya? Wong Jowo Terlibat Sejak Era Kolonial Dalam Bisnis Narkoba

Dengan sentuhan kata-kata yang halus namun tajam, buku ini mengajak pembaca untuk merenung, tertawa, dan kadang-kadang juga menangis bersama-sama dengan kisah-kisah sederhana namun unik.

4. Buku Latihan Tidur

Berikut salah satu potongan puisinya,

Misal Aku datang ke rumahmu dan kau sedang khusyuk berdoa,akankah kau keluar dari doamudan membukakan pintu untukKu?

Karya berjudul “Buku Latihan Tidur“, sang penyair mengajak pembaca untuk memasuki dunia yang penuh dengan keindahan dan refleksi.

Meskipun hanya terdiri dari 68 halaman, namun buku ini adalah sebuah persembahan yang berharga untuk dibaca, terutama saat kita hendak merenungkan perjalanan hidup kita menjelang tidur.

Tema puisi dalam buku ini begitu beragam, memperlihatkan cakupan yang luas dari kehidupan sehari-hari hingga isu-isu yang relevan di negara ini. Dari setiap bait puisi yang disajikan secara sederhana namun tajam, Jokpin mampu menyentuh hati pembaca dengan kejujuran dan kedalaman makna.

Dengan total 45 puisi, setiap baitnya adalah sebuah latihan untuk merenungkan dan memahami lebih dalam tentang hidup dan dunia di sekitar.

5. Perjamuan Khong Guan

Salah satu larik istimewa dalam buku ini,

Kamu yakin yang kamu minum dari cangkir cantik itu kopi?Itu racun rindu yang mengandung aku.

Buku ini adalah sebuah karya yang unik dan menghadirkan cahaya baru dalam dunia sastra Indonesia. Dengan total 81 puisi yang terbagi menjadi empat kaleng Khong Guan, setiap kaleng membawa pembaca ke dalam dunia yang berbeda dengan tema-tema yang beragam.

Meskipun mengambil ide yang unik dengan mengangkat Biskuit Khong Guan sebagai inspirasi, namun puisi-puisinya tidak hanya sekedar jenaka, melainkan juga kritis dan penuh dengan satire yang memukau.

Keindahan kata-katanya mengundang pembaca untuk merenung dan merefleksikan berbagai aspek kehidupan melalui sudut pandang yang unik. Setiap bait puisi adalah sebuah persembahan yang mengajak pembaca untuk melihat dunia dengan mata yang baru, lebih cerdas dan lebih kritis.

Bagi para penyuka puisi tanpa romantisme namun tetap ingin menikmati sajian yang ringan dan jenaka, karya Jokpin yang satu ini adalah pilihan yang tepat.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Percaya? Wong Jowo Terlibat Sejak Era Kolonial Dalam Bisnis Narkoba
Geliat Kerajinan Sangkar Burung di Desa Dawuhan Mangli Jember, Mampu Bertahan Sejak Tahun 1955
Dua Periset UNIB Teliti K.H.R. Ach. Fawaid As’ad Situbondo, Ulama’ Politik Yang Menata Bangsa Dari Kehidupan Nyata
Akademisi UNESA Teliti Kasus Nenek Asyani, Dorong Perbaikan Hukum di Indonesia
Diteliti, Waly Al-Khalidy Berperan Besar dalam Desain Otoritas Agama di Aceh
Cerita Alexander The Great kepada Aristoteles tentang Penjelajahannya di India
Penelitian Unik, Temukan Jenis Kentut yang Dapat Hangatkan Bumi
Kakek Prabowo Disebut Akan Diajukan Sebagai Pahlawan Nasional, Berikut Rekam Sejarah Perannya

Baca Lainnya

Sabtu, 29 Maret 2025 - 04:57 WIB

Percaya? Wong Jowo Terlibat Sejak Era Kolonial Dalam Bisnis Narkoba

Jumat, 28 Februari 2025 - 17:02 WIB

Geliat Kerajinan Sangkar Burung di Desa Dawuhan Mangli Jember, Mampu Bertahan Sejak Tahun 1955

Minggu, 16 Februari 2025 - 11:31 WIB

Dua Periset UNIB Teliti K.H.R. Ach. Fawaid As’ad Situbondo, Ulama’ Politik Yang Menata Bangsa Dari Kehidupan Nyata

Minggu, 16 Februari 2025 - 05:07 WIB

Akademisi UNESA Teliti Kasus Nenek Asyani, Dorong Perbaikan Hukum di Indonesia

Minggu, 16 Februari 2025 - 04:42 WIB

Diteliti, Waly Al-Khalidy Berperan Besar dalam Desain Otoritas Agama di Aceh

TERBARU

Don Quixote, Tokoh fiksi karangan Miguel De Cervantes

Kolomiah

Kita Adalah Don Quixote yang Terhijab

Jumat, 4 Apr 2025 - 13:02 WIB

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB