Jumlah Rakaat Shalat Tarawih Dalam Empat Mazdhab

Wednesday, 13 March 2024 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Frensia.id (Wasik's Design)

Ilustrasi Frensia.id (Wasik's Design)

Frensia.id–Para ulama bersepakat bahwa tarawih adalah sunnah yakni sholat yang dianjurkan dikerjajan. Bahkan menurut ulama Hanafiyah, Hanabilah, dan Malikiyyah masuk pada sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).

Namun demikian dari empat mazhab terdapat perbedaan jumlah rakaat tarawih sebagaimana terdapat dalam penelitian Nurma Ali Ridlwan “Pendekatan Sejarah Kajian Hadits-Hadits Tarawih” sebagaimana ulasan berikut:

Madzhab Hanafi

Imam Hanafi dalam Fathul Qadir menyabutkan bahwa kaum muslimin disunnahkan  berkumpul ketika bulan ramadhan setelah waktu isya tiba, kemudian mereka shalat bersama imamnya lima tarawih (istirahat), setiap istirahat dua salam, kemudian melakukan witir (ganjil). Walhasil, bahwa bilangan rakaatnya 20 rakaat selain witir jumlahnya 5 istirahat dan setiap istirahat dua salam dan setiap salam dua rakaat = 2 x 2 x 5 = 20 rakaat

Madzhab Maliki

Imam Malik dalam al-Mudawwanah al Kubro berkata Amir mukmini mengirimkan utusan kepadaku dan ia ingin mengurangi qiyam ramadhan yang dilakukan muslim di Madinah. Ibnu Qasim – perawi madzhab Maliki—berkata “tarawih itu 39 rakaat dengan witirnya, 36 rakaat tarawih dan witirnya 3 rakaat” lalu Imam Malik berkata “maka saya melarangnya mengurangi dari itu sedikitpun”.

Baca Juga :  Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

Aku berkata padanya “inilah yang kudapati orang-orang melakukannya”yaitu perkara lama yang masih dilakukan umat. Imam Malik juga meriwayatkan dari Yazid bin Khasifah dari al-Saib bin Yazid ialah 20 rakaat. Ini dilaksanakan tanpa witir. Juga diriwayatkan dari Imam Malik 46 rakaat tarawih dan 3 witir. Inilah yang masyhur dari Imam Malik.

Madzhab Syafi’i

Dalam kitab al-Umm  Imam Syafi’I menyebutkan bahwa shalat malam bulan ramadhan itu secara sendirian lebih aku sukai, dan saya melihat muslim madinah mengerjakan sebanyak 39 rakaat, namun saya menyukai yang jumlahnya 20 rakaat, karena itu diriwayatkan Umar bin Khattab. Hal itu juga dilakukan di Makkah dengan witir 3 rakaat. Dalam syarah al-Manhaj ia juga menyebutkan yang menjadi pegangan pengIkut syafi’iah di al-Azhar Kairo Mesir adalah tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakataan dengan 10 salam dan witir 3 rakaat di setiap malam tarawih pada bulan ramadhan

Baca Juga :  Berkah Tidak Mesti Identik dengan Kekayaan, Begini Penjelasan Dr. Haidar Baqir

4. Madzhab Hanbali

Dlam kitab al –Mughni  dijelaskan Imam hambali berkata shalat mala ramadhan itu 20 rakaat  yakni shalat tarawih sampai mengatakan “yang terpilih bagi Abu Abdillah (Ahmad Muhammad bin Hanbal) terkait tarawih adalah 20 rakaat”. Menurut Imam Hanbali bahwa Khalifah Umar r.a setelah kaum muslimin dikumpulkan (berjemaah) bersama ubay bin ka’ab, ia shalat dengan mereka sebanyak 20 rakaat.

Jika diamati dari empat mazhab tersebut mayoritas menyepakati bilangan tarawih 20 rakaat, kecuali imam Malik karena ia mengutamakan rakaat tarawihnya sebanyak 36 atau 46 rakaat. Namun jumlah tersebut khusus bagi penduduk muslim madinah, sedangkan di Madinah ia setuju rakaat tarawihnya 20 rakaat. Hal tersebut sebagaimana dilakukan oleh sahabat khalifah Umar bin Khattab .

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Perempuan Cantik Tidak Disunnahkan Mengikuti Sholat Idul Fitri, Begini Penjelasan dalam Kitab Fathul Qorib
Warga Desa Suger Kidul Jember Rayakan Lebaran Lebih Awal
Berkah Tidak Mesti Identik dengan Kekayaan, Begini Penjelasan Dr. Haidar Baqir
Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat
Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan
Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir
Resepsi 100 Tahun NU, Ketua LDNU PBNU Paparkan Tiga Kerangka Khidmat

Baca Lainnya

Thursday, 19 March 2026 - 07:58 WIB

Warga Desa Suger Kidul Jember Rayakan Lebaran Lebih Awal

Sunday, 8 March 2026 - 14:28 WIB

Berkah Tidak Mesti Identik dengan Kekayaan, Begini Penjelasan Dr. Haidar Baqir

Thursday, 26 February 2026 - 23:19 WIB

Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat

Saturday, 21 February 2026 - 17:00 WIB

Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan

Tuesday, 17 February 2026 - 21:00 WIB

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan

TERBARU

Penampakan bayi laki-laki yang ditemukan di pinggir jalan, samping rumah warga Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Jember. (Foto: Tangkapan layar Instagram @infojember).

Criminalia

Kronologi Penemuan Bayi di Pinggir Jalan Rumah Warga Tanggul Jember

Thursday, 26 Mar 2026 - 14:14 WIB

Arah Demokrasi. Sumber: Pixabay

Kolomiah

Prosedur Mayoritarian

Tuesday, 24 Mar 2026 - 23:33 WIB