Frensia.Id- Mobil Toyota Yaris putih yang dikendarai komplotan perampok Toko Mas Murni melaju kencang dan nyaris menabrak rombongan anak sekolah saat melarikan diri di Jalan Sultan Agung, Jember.
Insiden mencekam itu terjadi usai pelaku melukai ibu dan anak pemilik toko emas serta menggasak satu tas berisi valuta asing (valas).
Seorang saksi mata di sekitar lokasi, Sucahyo, mengaku melihat kendaraan berpelat nomor G 1217 EG tersebut melaju ugal-ugalan ke arah timur. Mobil itu bahkan hampir menyapu rombongan siswa yang tengah menyeberang jalan di depan Masjid Jami’ kawasan Alun-alun Jember.
“Mobil putih itu kabur ke arah timur, di depan Masjid Jami’ mobil tersebut hampir menabrak rombongan anak sekolah yang sedang menyeberang jalan,” katanya, pada Kamis (22/10/2026).
Sucahyo menambahkan bahwa sejumlah warga setempat sempat memacu kendaraan untuk mengejar mobil berwarna putih tersebut. Namun, saat itu warga belum menyadari bahwa pengemudi mobil merupakan pelaku perampokan bersenjata tajam.
“Saat itu warga belum menyadari bahwa pengemudi mobil merupakan pelaku perampokan bersenjata tajam,” ujarnya.
Aksi perampokan itu sendiri terjadi sangat cepat di Toko Mas Murni sekitar pukul 08.00 WIB. Saksi mata di sekitar toko, Tejo, menceritakan awal mulanya ia hanya curiga dengan keberadaan kendaraan pelaku yang mendadak berhenti di depan toko.
“Saya kira ada masalah apa, kok tiba-tiba ada mobil keluar gerombolan, langsung saya ke lokasi,” ungkapnya.
Dua orang pelaku yang mengenakan masker dan jaket bertudung langsung masuk dan menyerang pemilik toko menggunakan celurit. Korban sang ibu mengalami luka bacok di kepala, sedangkan anak laki-lakinya (Aliong) terkena sabetan pada bagian tangan.
“Di dalam ada dua orang yang bacok, yang satunya di depan pintu dan satunya masuk ke dalam,” paparnya.
Usai melukai para korban, pelaku langsung membawa kabur tas berisi valas dan berlari keluar menuju kendaraan yang sudah bersiap. Tejo menyebut kedua korban langsung bersimbah darah tak lama setelah serangan brutal tersebut.
“Sudah kelihatan anaknya sama ibunya sudah berdarah, lalu saya lapor ke polisi,” tandasnya.






