Frensia.Id- Kehilangan Toni Kroos tentu menjadi tantangan baru bagi Los Blancos, pasalnya pemain tersebut sangat berpengaruh terhadap stabilitas tim. Kendati demikian, Carlo Ancelotti telah menyiapkan rencana baru agar Real Madrid tetap prima.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Toni Kroos, gelandang andalan asal Jerman, akan mengakhiri karier gemilangnya di dunia sepak bola pada akhir musim 2023/2024.
Setelah turnamen Euro 2024 selesai, Kroos yang saat itu berusia 34 tahun, telah memutuskan untuk menggantung sepatu, menandai akhir dari perjalanan panjangnya sebagai pemain profesional.
Keputusan ini akan mengakhiri masa baktinya bersama Real Madrid, di mana ia telah menjadi pilar utama di lini tengah selama bertahun-tahun.
Tidak adanya peran gelandang asal Jerman tersebut tak bisa dianggap remeh. Meski menit bermainnya terbilang minim pada musim 2023-2024, pengaruh Kroos dilapangan hijau sangat vital.
Tanpa belanja pemain baru, Real Madrid yakin bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Toni Kroos dengan baik.
Pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, kini telah menyiapkan rencana baru setelah sang gelandang memutuskan untuk pensiun. Tentu bukan tugas yang mudah bagi Don Carlo, apalagi klub raksasa Spanyol itu tidak mencari pengganti tambahan untuk Kroos.
Real Madrid menuntut kecerdasan sang peracik taktik untuk mengatasi masalah ini. Ancelotti tetap mengandalkan pemain yang ada saat ini ada di dalam skuadnya.
Dilansir oleh Frensia.Id dari Marca, ada dua pemain berbeda yang akan menjalani peran Kroos di Real Madrid.
Rodrygo Goes kini dilimpahi tanggung jawab untuk mengeksekusi bola mati. Tugas tersebut sebelumnya diemban oleh Kroos untuk membantu tim dengan umpan lambung akuratnya.
Pilihan unik Ancelotti terdapat pada peran baru yang dijalani Luka Modric.
“Modric bermain sebagai pivot tengah, tetapi ia juga bisa berada di sisi kiri seperti Kroos,” kata Ancelotti kepada Marca dikutip oleh Frensia.Id.
Kualitas yang dimiliki gelandang asal Kroasia tersebut cukup untuk membuatnya diyakini bisa mendapat peran baru. Kemampuan olah bola Modric dan banyaknya pengalaman membuatnya dipercaya oleh Ancelotti.
Modric sudah mengetahui waktu yang tepat untuk memulai serangan mematikan. Ancelotti merasa belum siap untuk memberikan tugas krusial ini ke pemain yang lebih muda.
Regenerasi pemain di Real Madrid pun akan dilakukan secara bertahap. Gelandang yang lebih muda diharapkan bisa belajar banyak dari Modric pada musim depan.