Frensia.Id– Pemerintah Kabupaten Jember menyatakan komitmen penuh untuk mendukung Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Jember dalam mewujudkan swasembada pangan nasional tahun 2026. Hal ini ditegaskan dalam audiensi yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Jember bersama jajaran OPD terkait (Dinas Pertanian, DKP, Dinsos, TP3D, dan akademisi) membahas evaluasi penyerapan gabah/beras tahun 2025 serta strategi pencapaian target tahun 2026.
Kepala Bulog (Kabulog) Jember, Muhammad Ade Saputra, memaparkan bahwa sesuai instruksi Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas. Bulog ditargetkan menyerap 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung secara nasional pada tahun 2026.
“Bulog ini ditargetkan menyerap 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung secara nasional pada tahun 2026 ini,” katanya, Selasa (10/2/2026).
Ade berharap, dalam mengejar capaian target tahun 2026 ini agar bisa terwujud dan segala sesuatu untuk mendukung program swasembada pangan ini tidak terlepas dari dukungan.
Kolaborasi dan sinergi dari semua pihak dibutuhkan, baik Pemkab, TNI/POLRI, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), serta stake holder lainnya yang memiliki peran serta visi maupun misi yang sama.
“Harapan kami, capaian target 2026 dapat terwujud melalui sinergi kuat antara Pemkab, TNI/Polri, PPL, dan seluruh stakeholder. Swasembada pangan adalah kerja besar yang butuh kolaborasi semua pihak,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember, Muhammad Fawait, berencana segera menerbitkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada seluruh mitra penggilingan swasta dan Komunitas Desa Mandiri Pangan (KDMP).
“Kami akan mendorong kolaborasi dalam penyediaan fasilitas dryer (pengering) untuk membantu petani, terutama saat memasuki musim panen raya agar kualitas hasil panen tetap terjaga,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Fawait juga memberikan apresiasi tinggi atas prestasi Bulog Kancab Jember yang berhasil menjadi Kantor Cabang Terbaik 1 di Provinsi Jawa Timur.
“Kami bangga Bulog Jember yang berhasil menjadi Kantor Cabang Terbaik 1 di Provinsi Jawa Timur. Langkah strategis Bulog yang mengedepankan kepentingan petani lokal, ini kami nilai sangat sejalan dengan visi pemerintah daerah,” tandasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan evaluasi tahun 2025, Bulog Jember menetapkan sejumlah poin krusial untuk perbaikan penyerapan gabah di tingkat petani tahun ini:
- Kematangan Optimal: Padi harus dipanen pada usia yang tepat untuk menjaga rendemen beras.
- Akurasi Timbangan: Gapoktan/Poktan wajib menggunakan timbangan terkalibrasi.
- Harga Kesepakatan: Harga pembelian gabah disepakati sebesar Rp6.500/kg.
- Waktu Panen: Petani diimbau memanen di atas pukul 09.00 WIB guna meminimalisir kadar air akibat embun/kondensasi.
Sementara untuk komoditas jagung pipilan kering, Bulog menetapkan standar harga sebagai berikut:
- Rp5.500/kg: Di tingkat petani (Kadar Air 18-20%, Alfatoxin maks 50 ppb).
-
- Rp6.400/kg: Sampai di gudang Bulog (Kadar Air 14%, Alfatoxin maks 50 ppb).







