Kementerian Luar Negeri Indonesia Nyatakan Minat Bergabung dengan BRICS di KTT Kazan

Jumat, 25 Oktober 2024 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Kementerian Luar Negeri Indonesia Nyatakan Minat Bergabung dengan BRICS di KTT Kazan(Sumber: IG/Sugiono)

Gambar Kementerian Luar Negeri Indonesia Nyatakan Minat Bergabung dengan BRICS di KTT Kazan(Sumber: IG/Sugiono)

Frensia.id – Sugiono, Menteri Luar Negeri Indonesia secara resmi menyatakan minatnya untuk bergabung dengan forum ekonomi BRICS di Kazan sebagai dukungan bagi negara berkembang.

Hal ini seperti disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang digelar di Kazan, Rusia, pada 24 Oktober 2024.

Keputusan ini mencerminkan implementasi politik luar negeri bebas aktif Indonesia, yang berupaya menjalin hubungan dengan berbagai negara tanpa berpihak pada blok tertentu.

Sugiono menjelaskan bahwa bergabungnya Indonesia dengan BRICS juga sejalan dengan visi Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pernyataannya, Sugiono menegaskan bahwa Indonesia ingin lebih aktif memperjuangkan isu-isu penting bagi negara berkembang atau Global South, sekaligus tetap membuka dialog dengan negara maju di berbagai forum internasional.

Baca Juga :  Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin

BRICS sendiri, yang kini tengah memperluas keanggotaan dengan menambahkan 13 negara mitra baru, semakin memperkokoh pengaruhnya di kancah global.

Melalui keanggotaan BRICS, Indonesia berharap dapat memperjuangkan hak pembangunan berkelanjutan bagi negara berkembang, termasuk penyediaan ruang kebijakan yang lebih luas.

Sugiono menekankan bahwa negara-negara maju harus memenuhi komitmen mereka dalam mendukung pembangunan negara berkembang.

“Keikutsertaan Indonesia dalam BRICS adalah bentuk politik luar negeri bebas aktif. Ini bukan berarti kita berpihak pada kubu tertentu, melainkan berpartisipasi aktif di semua forum,” ujar Sugiono dalam keterangan pers pada tanggal 25/10/2024.

Dalam kesempatan tersebut, Sugiono juga menggarisbawahi pentingnya reformasi sistem multilateral agar lebih inklusif, representatif, dan sesuai dengan realitas saat ini.

Ia menyebut bahwa institusi internasional perlu diperkuat dengan sumber daya yang memadai untuk menjalankan mandatnya dengan efektif.

Baca Juga :  Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 

Lebih lanjut, Sugiono menegaskan bahwa prioritas kerja sama di BRICS sejalan dengan program Kabinet Merah Putih, terutama dalam bidang ketahanan pangan dan energi, pengentasan kemiskinan, dan pengembangan sumber daya manusia.

“Melalui BRICS, Indonesia berkomitmen untuk mengangkat kepentingan bersama negara-negara dunia selatan,” ungkapnya.

Menlu Indonesia ini juga menekankan pentingnya BRICS sebagai wadah persatuan dan solidaritas bagi negara berkembang.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan Indonesia di BRICS tidak akan menghentikan kolaborasi di forum internasional lainnya, terutama dengan negara maju.

“BRICS dapat menjadi kendaraan yang tepat untuk memajukan kepentingan bersama negara berkembang, sembari melanjutkan dialog di forum global lainnya,” pungkas Sugiono.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan
Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 
Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin
Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan
Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas
Komentar Trump Soal DeepSeek: Alarm Peringatan bagi Dominasi Teknologi AS
Indonesia dan Malaysia Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis
Senator Rusia Ungkap Dugaan Pola Provokasi AS

Baca Lainnya

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:23 WIB

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Kamis, 20 Maret 2025 - 22:06 WIB

Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 

Selasa, 18 Februari 2025 - 05:34 WIB

Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin

Jumat, 31 Januari 2025 - 23:25 WIB

Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan

Kamis, 30 Januari 2025 - 13:48 WIB

Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB