Frensia.id – Keutamaan Lailatul Qadar banyak dijelaskan oleh ulama dari klasik hingga kontemporer, demikian dengan ulama asal Indonesia Ahmad al-Shawi.
Ahmad al-Shawi menjelaskan beberapa keutamaan malam lailatul qadar dalam kitabnya. Selain itu, penjelasan lilatul qadar dalam kitab Ahmad Al-Shawi juga menjelaskan tafsir al-Qur’an yang sangat populer di indonesia.
Uniknya, saat menjelaskan lailatul qadar al-Shawi tidak hanya memaparkan secara lengkap pendapat dari berbagai ulama, baik fikih, hadis, maupun tasawuf. Melainkan ia juga menjelaskan lailatul qadar secara pengalaman atau tajribi yang diperkuat dengan riwayat para ulama.
Lailatul qadar menurut pendapat Ahmad bin Muhammad al-Shawi sebagaimana dijelaskan dalam penelitian yang ditulis oleh Hikmatul Luthfi dalam Jurnal Al-Fath pada tahun 2022.
Penelitian bejudul “Lailatulqadar Perspektif Ahmad Al-Shawi (Studi Kitab Hasyiah ‘ala Tafsir Al-Jalalain)” menjelaskan bahwa menurut pendapat Ahmad al-Shawi yang dikutip dari pendapat jamhur ulama, lailatul qadar merupakan malam yang sangat mulia, diberkahi, diagungkan dan diutamakan.
Menurut ulama kelahiran Mesir tersebut, dinamai malam lailatul qadar sebab pada malam tersebut Allah menentukan kebaikan, musibah, rejeki, dan keberkahan sepanjang tahun tersebut.
Keutamaan lailatul qadar dalam kitab tafsir tersebut dijelaskan bahwa lailatul qadar merupakan malam yang paling utama. Seorang yang mendapatkan keutamaan lailatul qadar, amal shalehnya sebih lebih baik dari amal saleh yang dikerjakan 1000 bulan pada malan lainnya.