Frensia.id – Puasa Arafah, yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah setiap tahunnya, merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Puasa ini memiliki keutamaan dan kemuliaan yang besar, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para ulama.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa-dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang.” (HR. Muslim). Ini menunjukkan betapa agungnya pahala yang disediakan bagi orang yang berpuasa pada hari Arafah.
Para ulama pun memberikan penjelasan tentang keutamaan puasa Arafah. Imam Nawawi, seorang ulama besar dari madzhab Syafi’i, menyatakan bahwa puasa Arafah sangat dianjurkan bagi setiap Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji pada tahun tersebut. Beliau mengatakan bahwa puasa ini dapat menghapuskan dosa-dosa kecil dan memperbanyak pahala.
Syaikh Ibn Baz, seorang ulama kontemporer dari Arab Saudi, menjelaskan bahwa puasa Arafah merupakan salah satu amalan yang paling utama setelah puasa Ramadhan. Beliau menegaskan bahwa puasa ini memiliki keutamaan yang besar dan dapat menghapuskan dosa-dosa tahun sebelumnya.
Selain itu, Syaikh Albani, seorang ulama hadits terkemuka, menyatakan bahwa puasa Arafah merupakan salah satu puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadhan dan puasa hari ‘Asyura (10 Muharram). Beliau menganjurkan untuk memperbanyak amalan kebaikan pada hari Arafah, termasuk berpuasa.
Dalam pandangan ulama, puasa Arafah memiliki keutamaan yang besar karena dilakukan pada hari yang sangat mulia dalam Islam. Hari Arafah merupakan hari puncak ibadah haji, di mana para jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf (berdiri dan berdoa).
Oleh karena itu, puasa pada hari tersebut dianggap sebagai amalan yang sangat bermanfaat dan dapat menghapuskan dosa-dosa.
Meskipun demikian, perlu diingat bahwa puasa Arafah hanya dianjurkan bagi Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji pada tahun tersebut. Bagi jamaah haji, mereka dianjurkan untuk tidak berpuasa pada hari Arafah agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan penuh kekuatan.
Demikianlah penjelasan tentang keutamaan puasa Arafah berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pandangan para ulama. Semoga kita dapat mengambil manfaat dari amalan sunnah ini dan senantiasa istiqamah dalam menjalankan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. (*)