Lakpesdam NU Jepara is the only institution that has the sympathy of the residents and the Dermolo Government, because it has contributed positively in restoring social harmony between Christian and Islam groups
Frensia.id- Lakepesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama) terbukti memiliki peran penting di masyarakat. Salah satunya adalah yang ada di Pengurus Cabang Nahdaltul Ulama’ Kabupaten Jepara.
Tak tanggung-tanggung, hal demikian diakui dalam riset yang disusun oleh Ahmad Saefudin. Ia adalah seorang akademisi dari Universitas Islam Nadlatul Ulama’ Jepara, Indonesia.
Penelitian ini telah disusun dalam bentuk Jurnal. Bahkan telah diterbitkan pada tahun 2019 lalu di Islamic Studies Journal For Sosial Transformastion.
Ia mengemukakan meneliti peran Lakpesdam di Desa Dermolo, sebuah desa di Kecamatan Kembang, Jepara. Desa ini dikatakan pernah dilanda konflik berlatar belakang agama yang melibatkan kelompok Islam dan Kristen.
Gesekan antara kedua kelompok ini semakin memuncak, menciptakan ketegangan yang tampaknya tidak berujung. Ketika Pemerintah Daerah Jepara menghadapi kebuntuan dalam mengurai konflik ini, kehadiran organisasi masyarakat sipil menjadi sangat penting.
Sejak tahun 2014, Lakpesdam NU Jepara telah berupaya keras untuk memadamkan api konflik yang awalnya dipicu oleh perselisihan terkait penggunaan tempat ibadah. Konflik ini ditelitinya denagn menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan teori resolusi konflik serta pendidikan multikultural.
Katanya, upaya mereka berhasil memetakan empat pola pendidikan multikultural yang efektif. Pola-pola tersebut meliputi pemberdayaan ekonomi, pendekatan keagamaan, pemberdayaan perempuan, dan pemberdayaan kader desa.
Pendekatan ini tidak hanya fokus pada penyelesaian konflik semata, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Misalnya, pemberdayaan ekonomi membantu warga untuk mandiri secara finansial, sementara pendekatan keagamaan membangun dialog antaragama yang harmonis.
Pemberdayaan perempuan memberikan ruang bagi kaum wanita untuk berperan aktif dalam masyarakat, sedangkan pemberdayaan kader desa memastikan bahwa pemimpin-pemimpin lokal terlibat aktif dalam menjaga perdamaian. Hasil dari pendekatan inklusif dan holistik ini cukup berhasil, di mana Lakpesdam NU Jepara menjadi satu-satunya lembaga yang mendapat simpati dari warga dan Pemerintah Dermolo.
Kontribusi positif Lakpesdam Jepara dalam memulihkan kerukunan sosial antara kelompok Kristen dan Islam telah diakui secara luas. Temuan Saefudin ini mengungkap strategi sukses Lakpesdam NU Jepara dan juga memberikan tawaran metodologi alternatif yang bisa direplikasi oleh para pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan, seperti Pemerintah Daerah dan Organisasi Perangkat Daerah terkait.
Pola inklusif yang mereka terapkan dinilai cukup efektif sebagai strategi penyelesaian konflik. Dengan kata lain telah membuka jalan bagi perdamaian dan keharmonisan di masyarakat yang beragam.