Frensia.id – Desa Tanggung, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang menjadi salah satu desa yang mengikuti Program Akuntabilitas Sosial dan Publik Speaking yang diselenggarakan oleh Tim Teknis Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) Lakpesdam PCNU Kabupaten Lumajang.
Kegiatan yang berlangsung selama sehari tersebut bertujuan untuk memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan pembangunan desa, khususnya dalam proses transparansi dan akuntabilitas pemerintah desa. (11/11/2024).
Program ini melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga desa, dengan fokus utama pada penguatan kapasitas masyarakat dalam memahami akuntabilitas sosial.
Pada sesi pertama, Tim P3PD mengadakan sesi sosialisasi yang memperkenalkan konsep dasar akuntabilitas sosial, pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pembangunan, dan bagaimana mereka dapat berkontribusi untuk memastikan bahwa anggaran desa digunakan secara tepat sasaran.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam meningkatkan pemahaman tentang bagaimana masyarakat dapat ikut serta dalam proses pembangunan,” ujar Sujoko selaku Kepala Desa Tanggung.
Ia menyatakan bahwa program ini menjadi salah satu langkah positif untuk membangun kepercayaan antara pemerintah desa dan masyarakat, sekaligus menciptakan transparansi dalam penggunaan anggaran desa.
Pemateri dalam acara tersebut, Akhmad Afnan Fajarudin, S.Pd., menjelaskan tentang pentingnya akuntabilitas sosial di desa. Ia menyatakan bahwa akuntabilitas sosial merupakan kunci untuk memastikan bahwa setiap program dan kegiatan pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Dengan akuntabilitas yang baik, warga dapat lebih percaya pada proses pembangunan yang ada dan berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan,” jelasnya.
Dalam diskusi kelompok yang diadakan, warga Desa Tanggung berbagi pengalaman dan pandangan mereka tentang tantangan yang dihadapi dalam pembangunan desa. Mereka mencatat beberapa masalah mendesak, seperti kurangnya akses informasi terkait penggunaan anggaran desa dan terbatasnya keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan.
“Program ini memberikan kami sarana untuk menyampaikan pandangan secara langsung, dan kami merasa lebih terlibat dalam upaya pembangunan desa,” ungkap Ust. Qomaruddin – Tokoh Masyarakat.
Sementara itu, pada sesi kedua pemateri publik speaking, Andre Wahyu Sofyan, S.Pd., menekankan pentingnya keterampilan berbicara di depan umum bagi setiap warga Desa Tanggung.
“Kemampuan public speaking sangat penting untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat secara efektif. Ini bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang membangun kepercayaan diri dan keterlibatan dalam diskusi publik,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keterampilan ini akan membantu warga dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari serta dalam forum-forum musyawarah desa.
Kegiatan ini ditutup dengan pembuatan rencana tindak lanjut yang akan didampingi oleh Tim P3PD untuk beberapa bulan ke depan. Melalui rencana ini, diharapkan masyarakat Desa Tanggung dapat terus terlibat aktif dalam pengawasan pembangunan desa secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan agar masyarakat terus berdaya dalam mengawasi program-program desa,” tambah Kepala Desa Tanggung.
Program ini juga mendapatkan apresiasi dari beberapa warga yang mengakui bahwa pelatihan tersebut menjadi pembelajaran yang sangat berguna.
Masyarakat kini merasa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang hak dan kewajiban mereka dalam pembangunan desa, sekaligus semakin bersemangat untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pemerintahan desa yang bersih dan bertanggung jawab. (*)