Frensia.id, Sidoarjo — Yayasan Langkah Kolaborasi Indonesia (LKI) menggelar kegiatan pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sentra Kuliner Gajah Mada, Kabupaten Sidoarjo, Senin (2/2/2026).
Kegiatan bertajuk “LKI Sahabat UMKM” ini diikuti sekitar 50 pelaku usaha ekonomi kreatif, yang bergerak di sektor kuliner dan menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital pelaku usaha kecil di tingkat lokal.
Pendampingan tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas UMKM dalam menghadapi tantangan perubahan pola konsumsi masyarakat di era digital.
LKI menghadirkan pengamat UMKM serta influencer yang selama ini aktif mendampingi dan mengedukasi pelaku usaha kecil agar mampu bertahan dan berkembang di tengah arus digitalisasi yang kian masif.
Ketua Yayasan Langkah Kolaborasi Indonesia, Zumrotun Nafisah, atau yang akrab disapa Icha, menyampaikan bahwa UMKM harus mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tidak tertinggal.
Menurutnya, keberadaan media sosial saat ini telah menjadi kebutuhan utama bagi pelaku usaha, khususnya dalam hal pemasaran dan penguatan citra produk.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. UMKM perlu menyadari bahwa media sosial adalah etalase baru yang dapat menjangkau pasar lebih luas. Melalui pendampingan ini, kami ingin membantu pelaku usaha agar lebih siap dan percaya diri menghadapi perubahan,” ujar Icha saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.
Ia menjelaskan, LKI merupakan yayasan yang diinisiasi oleh anak muda dengan visi dan misi besar untuk terlibat aktif dalam berbagai sektor strategis, mulai dari sosial, pendidikan, hingga ekonomi masyarakat.
Program LKI Sahabat UMKM, lanjutnya, dirancang sebagai bentuk aksi nyata dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pendekatan kolaboratif.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai strategi pemasaran digital, pengelolaan akun media sosial, pembuatan konten sederhana, serta pentingnya konsistensi dalam membangun identitas usaha.
Para narasumber juga berbagi pengalaman praktis terkait tantangan dan peluang UMKM di tengah transformasi digital.
Selain sesi pendampingan dan diskusi, kegiatan ini juga dikemas dengan suasana yang lebih santai melalui kehadiran hiburan live music akustik sebagai pelengkap acara.
Hal ini diharapkan dapat menciptakan ruang interaksi yang lebih cair antara pemateri dan peserta.
Icha menegaskan bahwa pendampingan UMKM yang dilakukan LKI tidak berhenti pada satu kegiatan semata.
Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan berkelanjutan agar pelaku usaha benar-benar merasakan dampak dari program yang dijalankan.
“Kami berharap langkah ini menjadi solusi sekaligus aksi nyata. Jika UMKM mampu bertransformasi dan bertahan, maka kesejahteraan masyarakat akan ikut meningkat,” pungkasnya.







